Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Riau

Inilah Video Keramaian Tradisi Maauwo Ikan di Danau Bakuok Kampar 2016

Tradisi Maauwo Danau Bakuok Kampar. (Video: Ratna SD)
Senin, 14 November 2016 20:50 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Tradisi tahunan menjala ikan di danau larangan Danau Bakuok, Desa Aur Sati, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau berhasil menyedot perhatian masyarakat. Ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang. Yang mana, panitia penyelenggara melaporkan bahwa pengunjung Festival Danau Bakuok itu tak kurang dari 10.000 orang yang berasal dari penjuru Kampar dan Kota Pekanbaru.

Tradisi yang disebut Maauwo ini dilakukan di sepanjang danau yang memanjang kurang lebih satu kilometer itu. Dan jangan salah, danau ini merupakan kawasan yang dilindungi hukum adat.

Tak pandang usia, anak-anak hingga dewasa tumpah ruah menjala ikan menggunakan sampan. Kemudian, kalangan ibu-ibu rumah tangga senantiasa setia menunggu di dalam pondok-pondok yang mereka dirikan untuk memasak dan menjual ikan hasil jala mereka.

Menurut penuturan salah seorang warga asal Kecamatan Tambang yang turut memeriahkan acara, Abu Nawas (45) kepada GoRiau.com menceritakan, bahwa tradisi ini sudah turun menurun sejak ia kecil dulu. Namun, pada saat itu memang belum seramai seperti hari Minggu (13/11/2016) ini.

"Waktu saya kecil dulu, udah ada (acara Maauwo). Saya tidak tahu pasti sejak kapan dimulai. Memang tak seramai ini dulunya," tutur Abu Nawas saat berbincang hangat dengan GoRiau.com sembari menikmati masakan ikan Motan hasil tangkapan di danau larangan ini.

Selain dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengisi waktu libur, gelaran tradisi ini pun dimanfaatkan masyarakat tempatan untuk mengais rejeki. Berbagai jajanan ikan panggang, kuliner khas Kampar, hingga jajanan anak-anak dijajakan untuk menarik selera pengunjung yang datang. (*/dnl)

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww