Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

Sebelum Ditangkap Polisi di Rupat, Terduga Gembong Narkoba Buronan BNN Sempat Selundupkan 2 Kg Sabu ke Medan

Sebelum Ditangkap Polisi di Rupat, Terduga Gembong Narkoba Buronan BNN Sempat Selundupkan 2 Kg Sabu ke Medan
IT usai diciduk jajaran Polsek Rupat, Senin tadi malam
Selasa, 15 November 2016 09:38 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Terduga gembong narkoba kelas kakap yang jadi buruan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat berinisial IT, berhasil ditangkap jajaran Polsek Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (14/11/2016) malam tadi.

IT ditangkap ketika sedang berkendara dengan mobilnya. Polisi yang sudah mengepung terlebih dahulu akhirnya sukses membuat terduga gembong narkoba ini menyerah tanpa perlawanan, pukul 19.30 WIB tadi malam.

Menurut Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono, IT diduga merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) BNN, atas keterlibatannya dalam penyelundupan Sabu seberat 270 kilogram, di mana beberapa rekannya ditangkap di Medan, tahun 2015 silam.

Selama pelariannya, IT ditenggarai masih menjalankan bisnis haram tersebut. Bahkan pengakuannya kepada polisi, aksi terakhirnya adalah meloloskan sekitar dua kilogram sabu ke Kota Medan. "Pengakuan sementara begitu," kata Wicaksono.

"Ini kan masih kita proses (pengembangan, red). Kita duga masih ada jaringannya," beber mantan Kapolres Inhil tersebut saat berbincang dengan GoRiau.com (GoNews Grou), Selasa (15/11/2016) pagi.

Baca Juga: Dikepung di Mobil, Terduga Gembong Narkoba Kelas Kakap Buruan BNN Berhasil Ditangkap Polisi di Rupat

Usai menciduk terduga gembong narkoba ini, kepolisian malam itu juga langsung menghubungi BNN Pusat untuk memastikan apakah benar DPO tersebut adalah IT. Bahkan Kapolres Bengkalis sempat memperketat pengamanan kantor polisi di sana pasca penangkapan ini.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya berbagai potensi yang tidak diinginkan, mengingat IT adalah terduga gembong narkoba, dengan barang bukti sabu yang jumlahnya tidak sedikit. (270 kilogram, red). "Kita antisipasi," pungkas Wicaksono. ***

Kategori:Riau, Beladiri
wwwwww