Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Riau

Cuaca Buruk Sulitkan Pencarian Penumpang Kapal yang Hilang Ditelan Ombak Bono, Berikut Identitas Para Korban

Cuaca Buruk Sulitkan Pencarian Penumpang Kapal yang Hilang Ditelan Ombak Bono, Berikut Identitas Para Korban
Tim gabungan evakuasi dua korban tewas akibat diterjang ganasnya gelombang Bono, Pelalawan
Rabu, 30 November 2016 18:50 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Tim gabungan dari kepolisian, BPBD dan Basarnas, mengalami kendala dalam pencarian korban speedboat yang terbalik usai dihantam ganasnya ombak Bono nan fenomenal, di Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (30/11/2016).

Kendala tersebut akibat buruknya cuaca, yang dilanda hujan deras, sehingga mengakibatkan arus sungai menjadi deras. "Kita maksimalkan (pencarian korban, red). Hanya saja di lokasi dilanda hujan deras," ungkap Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Pinandio.

Menurut data kepolisian sementara ini, ada dua korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Identitas mereka adalah Muhammad Syairozi, umur 32 tahun dan Julianto, berusia 31 tahun. "Ada dua penumpang lagi yang belum ditemukan," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Ari Wibowo.

Baca Juga: Ombak Fenomenal Bono '7 Hantu' di Pelalawan Hantam Speedboat Hingga Terbalik

Dua penumpang kapal cepat yang masih hilang ini adalah Nur, umur 34 tahun serta Abdul Fayat, yang tak lain adalah bayi berusia 11 bulan. "Bayi tersebut anak dari salah seorang penumpang yang berhasil selamat," lanjutnya menjelaskan.

Kapal cepat bernama Gertiga Express ini diketahui sedang membawa 23 penumpang (yang terdaftar via tiket) serta tujuh penumpang lainnya tanpa tiket. 17 orang diantaranya berhasil selamat dan dievakuasi dari sungai, termasuk kapten kapal bernama H Sayuti dan dua anak buahnya.

"Kapal tersebut berangkat dari Tj Batu, Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun menuju Pangkalan Kerinci. Ketika persis di perairan Sungai Kampar, antara Sei Turip dan Tj Baubau, speedboat dihadang gelombang Bono dan terbalik," ulas Ari Wibowo.

Saat gelombang Bono muncul, kapten kapal sempat berusaha mempercepat laju speedboatnya, dengan maksud menerobos gelombang fenomenal tersebut. Nahas, deras dan tingginya gelombang membuat kapal cepat itu hilang keseimbangan lalu terbalik. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww