Ditemukan di Sungai 'Rumah' Buaya, Pria Asal Rohul Diduga Tewas karena Dianiaya
![]() |
| Korban saat ditemukan warga. |
Penulis: Amrial
Informasi yang dihimpun, korban yang beralamat di Jalan Perumahan Guru, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu berencana pergi ke Bagansiapiapi dengan menggunakan mobil Toyota Agya Nopol BM 1217 PG bersama istrinya. Karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil, korban berhenti di jembatan Jumrah. Dalam pekatnya malam, istri korban menunggu dalam mobil, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan keras kesakitan. Lalu sang istri menoleh kebelakang dan menemukan suaminya sudah tergeletak ke tanah.
Tanpa pikir panjang, sang Istri bernama Martiana Br Parangin-angin (31) yang dalam kondisi ketakutan, langsung tancap gas mengendarai mobilnya menuju Bagansiapiapi. Tepat pukul 02.30 dini hari, Martiana kembali ke lokasi kejadian dan tidak menemukan suaminya. Ditengah keputusasaan, Martiana lalu menuju Ujung Tanjung untuk mengabarkan peristiwa yang telah menimpa suaminya kepada orang tua korban.
Bersama orang tua korban, Martiana melakukan pencarian di sekitar jembatan Jumrah namun sayangnya tidak menemukan korban. Akhirnya, dia membuat laporan ke Mapolsek Rimba Melintang. Esok paginya, Rabu (30/11/2016), polisi bersama masyarakat melakukan pencarian dengan cara melakukan penyisiran daerah aliran sungai (DAS) Rokan. Hingga akhirnya pukul 16.30 Wib, masyarakat menemukan sesosok mayat laki-laki yang terapung di Sungai Rokan dalam posisi telungkup. Setelah digiring menggunakan perahu kayu, jenazah tersebut diangkat kepinggir jembatan.
Untuk memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan orang yang dicari, polisi lalu memanggil keluarga dan istri korban. Atas izin keluarga, polisi akan melakukan autopsi terhadap korban di rumah sakit Bhayangkara Pekanbaru.
''Kita sangat bersyukur akhirnya korban sudah ditemukan. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu pencarian sehingga akhirnya menemukan korban,'' kata Kapolres Rokan Hilir, AKBP Henry Posma Lubis Sik MH melalui Kapolsek Rimba Melintang, Ipda Boy Setyawan. ***













