Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
3 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Hadiri Peringatan Satu Tahun Wafatnya Pendiri SOKSI Suhardiman, Ade Komarudin: Beliau Sosok Pendidik Andal

Hadiri Peringatan Satu Tahun Wafatnya Pendiri SOKSI Suhardiman, Ade Komarudin: Beliau Sosok Pendidik Andal
Selasa, 13 Desember 2016 13:35 WIB
JAKARTA - Ketua DEPINAS SOKSI Ade Komarudin atau Akom, menghadiri peringatan satu tahun wafatnya Prof Dr. Suhardiman, SE di pemakaman keluarga Evergreen Village, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (13/12).

"Kita mengenang Pak Suhardiman sebagai sosok yang mewariskan sesuatu yang besar, bukan hanya SOKSI, tetapi juga hal-hal lain yang telah beliau lakukan untuk negeri ini," kata Akom di lokasi pemakaman di Cisarua, Bogor, Selasa (13/12).

"Beliau adalah tokoh yang menurut saya yang paripurna. Selain juga guru karena beliau lulusan SPG (Sekolah Pendidikan Guru), sebagai pendidik, beliau wariskan itu ke dalam SOKSI. Bukan hanya mendidik kader SOKSI secara khusus namun juga untuk bangsa ini," kenangnya.

Akom menceritakan bahwa Almarhum Suhardiman selalu mengajarkan kepada dirinya dan kader SOKSI lainnya soal pentingnya olah rasa, olah jiwa, dan olah akal agar menjadi manusia yang punya integritas dan konsistensi dalam berpolitik.

"Bagaimana kapitalisme dominan dan pengaruhi dunia politik saat ini, ini sudah beliau sampaikan jauh-jauh hari kepada saya yang akhirnya terjadi saat ini. SOKSI dan HMI pada saat itu, ingin dibubarkan oleh komunisme di Indonesia, karena jelas SOKSI dan HMI yang melawan paham komunisme agar tidak bangkit di Indonesia," paparnya.

Selain itu, peringatan ini juga diagendakan untuk menyampaikan keinginan para kader SOKSI untuk mengajukan Prof. Suhardiman sebagai pahlawan nasional.

"Kita akan memperjuangkannya. Gusdur, Soeharto, Lafran Pane, hingga hari ini juga belum mendapatkan gelar pahlawan nasional. Maka dari itu kita harus perjuangkan dan ingatkan terus ke pemerintah," ujarnya.

Di depan para hadirin, alim ulama dan juga ratusan anak yatim piatu, yang juga diberi santunan oleh Akom dan para kader SOKSI, ia meminta agar terus mendoakan almarhum Prof. Suhardiman agar tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

"Terakhir saya minta keikhlasan seluruh hadirin yang hadir hari ini untuk mendoakan beliau agar iman dan Islamnya diterima Allah SWT," tutupnya.

Selain Akom, hadir pula tokoh-tokoh pemuka SOKSI lainnya seperti Prof. Thomas Suyatno, TB Iman Aryadi, juga putra almarhum Suhardiman yaitu Bobby Suhardiman, beserta jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Nasional SOKSI (Depinas SOKSI) dan 29 Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah tingkat Propinsi SOKSI(Depidar SOKSI).

Sebagai informasi, Prof. Dr. Suhardiman merupakan pendiri Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang meninggal dunia pada hari Minggu, 13 Desember 2015.

Sejak 1948, Suhardiman sudah bertempur menyerahkan jiwa raganya bagi tanah air. Semboyan SOKSI, yaitu "Maju Terus Pantang Mundur", terpatri dalam diri para kadernya. Itulah yang membuat hingga hari ini SOKSI masih bertahan dan berjuang untuk bangsa dan negara.

Kepergian Suhardiman, dianggap bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar SOKSI saja, tapi keluarga besar bangsa secara keseluruhan, termasuk di dalamnya umat Islam. (rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Metropolitan, Olympic, Badminton
wwwwww