Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
12 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahasiswa Umuslim Bireuen Salat Ghaib untuk Korban Gempa

Mahasiswa Umuslim Bireuen Salat Ghaib untuk Korban Gempa
Mahasiswa FKIP, Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen menggelar salat ghaib dan doa bersama untuk korban musibah gempa di Pidie Jaya dan Samalanga, di kampus setempat, Jumat (16/12/2016). [Joniful Bahri]
Jum'at, 16 Desember 2016 15:01 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen gelar salat Ghaib dan doa bersama musala Kampus setempat, Jumat (16/12/2016). Aksi ini, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama umat islam yang mengalami musibah gempa.

Di samping salat Ghaib dan doa bersama, juga digelar tausiyah oleh Tgk Nazaruddin dari Paloh Gadeng, Aceh Utara. Tgk Nazaruddin menyampaikan, kalau Allah berkehendak bagi sesuatu kaum, maka tidak ada kaum yang bisa menolaknya, seperti halnya bencana gempa beberapa hari lalu.

Baca juga

Masya Allah, Bocah ini Donasikan Celengan untuk Korban Gempa

Banyak Bangunan Ambruk‎ Akibat Gempa Diduga Gagal Kontruksi

“Gempa ini boleh dikatakan teguran dari Allah, agar kita tidak lalai. Berlaku maksiat di muka bumi ini, angkuh dengan jabatan, sumbong dengan kekayaan dan tak ada nilai serta harga bagi hamba yang lemah lainnya,” ungkap Nazaruddin.

Bagi yang selamat, sebutnya, tentu masih ada kesempatan untuk sadar, introspeksi diri terhadap teguran tersebut, karena teguran Allah yang menimpa kaum itu untuk penyadaran. “Dengan adanya teguran ini, belum tentu orang yang menerima musibah tersebut telah membuat kesalahan,  bisa saja orang yang berbuat maksiat tidak mendapat imbas dari teguran tersebut,” katanya.

Baca juga

Gesapa Inisiasi Gerakan Bangun Mesjid Pascagempa Aceh

Bank Syariah Mandiri Serahkan Bantuan Korban Gempa Pijay

Sementara itu, Dekan FKIP Umuslim Bireuen, Zahara kepada GoAceh megatakan, kegitan ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa dalam memaknai setiap musibah. “Dengan adanya tausiah ini, menjadikan pencerahan bagi mahasiswa dan kita semua, sehingga kita menyadari, betapa kecilnya kita di mata Allah,” tuturnya.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Badminton, PON
wwwwww