Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
22 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
23 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
21 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
22 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
22 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tragedi Penusukan Siswa SD di Sabu NTT Dianggap Soal Serius, Komnas HAM Segera Lakukan Penyelidikan

Tragedi Penusukan Siswa SD di Sabu NTT Dianggap Soal Serius, Komnas HAM Segera Lakukan Penyelidikan
Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. (istimewa)
Jum'at, 16 Desember 2016 14:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Terkait kasus penyerangan terhadap 8 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sabu Barat, NTT, mendapat perhatian publik baik di NTT maupun juga Nasional. Komnas HAM mengecam dan menyampaikan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan tersebut.

Komisoner Komnas HAM RI, Natalius Pigai kepada GoNews.co mengatakan, bahwa serangan yang terjadi terhadap anak SDN 1 Sabu Barat saat proses pendidikan berlangsung merupakan tindakan kekerasan fisik, penganiayaan, dan penyiksaan yang mengancam keselamatan nyawa manusia.

"Namun sungguh sangat ironis peristiwa ini terjadi simpang-siur informasi baik aktor maupun juga tindakan yang lebih cenderung mengaburkan fakta peristiwa sesunguhnya. Ini yang akan kita segera selidiki," ujar Natalius, Jumat (16/12/2016) di Jakarta.

Komnas HAM juga memberi perhatian serius atas tragedi yang menimpa anak anak sekolah, sebagai harapan masa depan bangsa. Oleh karena itu, Komnas HAM akan melakukan pemantauan dan penyelidikan untuk mendapatkan data, informasi dan fakta termasuk memastikan aktor dan motif dibalik aksinya.

"Kami menyadari bahwa penyerangan terhadap siswa Sekolah Dasar ini tentu menyisakan trauma panjang bagi anak, keluarga, dan masyarakat NTT. Memulihkan keadaan dengan memastikan adanya jaminan hukum dan keadilan serta pemulihan trauma bagi siswa dan masyarakat akibat peristiwa terebut juga menjadi penting bagi kami agar Siswa Sekolah Dasar dapat melanjutkan pendidikan demi meraih cita cita dan harapan masa depan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara," ceritanya.

Komnas HAM kata dia, akan melakukan pemantauan dan penyelidikan pada Senin minggu depan baik di Sabu Raijua maupun juga di Kupang. "Langkah ini mencari fakta sebenarnya di lapangan. Kita akan segera kesana untuk melakukan pertemuan dengan aparat penegak hukum termasuk Polda NTT," pungkasnya. ***


wwwwww