Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
22 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
5 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Badminton

Anang Hermansyah Minta Budayawan dan Intelektual Kampus Didorong Urun Rembug Persoalan Kebangsaan

Anang Hermansyah Minta Budayawan dan Intelektual Kampus Didorong Urun Rembug Persoalan Kebangsaan
Anggota Komisi X DPR, Anang Hermansyah. (istimewa)
Rabu, 25 Januari 2017 17:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kalangan budayawan dan intelektual kampus didorong untuk urun rembug terhadap persoalan sosial kemasyarakatan dan ekonomi yang saat ini terjadi di Tanah Air. Keterlibatan mereka diharapkan mampu menurunkan eskalasi yang saat ini terjadi.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN Anang Hermansyah mengatakan, keterlibatan para budayawan dan kaum intelegensia dari perguruan tinggi dalam persoalan kebangsaan yang saat ini terjadi diharapkan dapat menurunkan eskalasi. 

"Saya mengharapkan kalangan budayawan dan intelektual kampus untuk urun rembug dan mencari formulasi jalan keluar atas persoalan yang saat ini dirasakan masayarakat Indonesia. Sikap saling curiga, saling membully, saling melapor sungguh meresahkan kita semua," kata Anang di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Anang juga menyebutkan, di tengah situasi carut marut seperti saat ini dibutuhkan pemikiran yang terbebas dari kepentingan kelompok jangka pendek. 

Musisi asal Jember ini juga menyebutkan, kalangan budayawan dan intelektual kampus dinilai memilki pikiran yang jernih dan otentik terhadap persoalan yang saat ini mengemuka.

"Budayawan dan intektual yang tidak partisan diharapkan dapat menyalakan lilin di tengah hiruk pikuk seperti saat ini," tandasnya.

Suami dari Ashanty ini juga mengusulkan, agar MPR sebagai lembaga tinggi negara yang fokus pada persoalan ideologi negara dan konstitusi dapat mengambil inisiatif menggelar dialog kebangsaan seluruh elemen bangsa dengan melibatkan secata aktif para budayawan dan intelektual kampus.

"Saya mendorong MPR dapat mengambil inisiasi ini bersama kalangan budayawan dan intelektual kampus non partisan untuk menggelar dialog kebangsaan yang targetnya terciptanya rujuk nasional. Karena saat ini yang terjadi adalah situasi merajuk nasional," cetus Anang.

Selain masalah sosial kemasyarakatan, Anang juga menyoroti kenaikan harga bahan pokok yang naik di tengah masyarakat. Dia mengaku saat bertemu dengan konstituen di daerah pemilihannya, masalah kenaikan harga bahan pokok menjadi salah satu keluhan yang paling banyak dipersoalkan.

"Biaya hidup masyarakat saat ini semakin mahal. Kenaikan bahan pokok menjadi pemicunya. Masalah ini juga harus segera diperhatikan oleh pemerintah," pungkasnya. ***

wwwwww