Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
21 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

Kepergok Lagi Transaksi Narkoba, Oknum Polisi Terkapar Ditembak Polisi

Kepergok Lagi Transaksi Narkoba, Oknum Polisi Terkapar Ditembak Polisi
Rabu, 25 Januari 2017 09:36 WIB

PALU - Perbuatan Brigadir Polisi Samsul Rizal benar-benar merusak citra Polri. Ia tertangkap tangan dalam operasi penggerebekan narkoba yang digelar Polda Sulawesi Tengah, di Palu, Selasa (24/1) dini hari kemarin.

Samsul bahkan terpaksa ditembak sebanyak dua kali, karena berusaha melawan dan melarikan diri dari sergapan petugas.

Dalam operasi itu, aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng berhasil menggagalkan transaksi sabu-sabu seberat 4,5 kilogram. Brigadir Samsul Rizal diketahui dinas di Polsek Palu Barat, Polresta Palu.

Seperti diberitakan Radar Sulteng, Samsul kesehariannya bertugas di unit Sabhara. Pada tahun 2014, Samsul pernah dinas di Polres Palu dan melepas tahanan narkoba di markasnya.

Kasus ini terungkap berkat kejelian aparat Ditresnarkoba Polda Sulteng yang mencurigai seorang warga ber-KTP asal Kota Polmas, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Ilham yang tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu dengan menggunakan pesawat Garuda pada Senin (23/1) sekitar pukul 22.00 wita.

Saat tiba di bandara, Ilham langsung memesan kamar di salah satu hotel ternama di Kota Palu dengan menggunakan jasa taksi.

Ilham menginap di kamar 521 lantai 5. Setelah barang-barang masuk ke dalam kamarnya, Ilham membongkar isi tas yang ternyata berisi enam paket narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 4,5 kg. Sekitar pukul 23.50 wita, datang Brigadir Samsul Rizal dan masuk ke dalam kamar Ilham.

Di dalam kamar nomor 521 tersebut, Samsul mengambil enam paket sabu-sabu seberat 4,5 kg yang dibawa Ilham. Aparat Ditresnarkoba Polda Sulteng yang sudah melakukan pengintaian, kemudian menggerebek sekitar pukul 00.00 wita atau Selasa dini hari.

Dalam penggerebekan yang dipimpin Kasubdit III Dit Res Narkoba Polda Sulteng AKBP Sembiring, Samsul Rizal kaget dan berusaha melarikan diri. Namun, ia langsung ditembak oleh tim Dit Res Narkoba Polda Sulteng yang sudah siaga di lapangan.

Peluru mengenai paha kanan Samsul. Dia belum menyerah. Tim Dit Res Narkoba Polda Sulteng kembali melepaskan tembakan yang kedua, dan peluru kembali bersarang di pergelangan kaki sebelah kiri Samsul.

“Anggota saya yang terlibat, pasti saya hajar. Padahal, sudah sering dan tidak hentinya saya imbau kepada seluruh anggota Polres Palu dan jajarannya agar jangan coba-coba bermain dengan barang itu (narkoba)," ungkap Kapolres Palu, AKBP Christ Reinhard Pusung.

Setelah Samsul Rizal terjatuh akibat terkena tembakan, ternyata di tim lain juga melakukan penembakan kepada Ilham.
Soalnya, saat hendak ditangkap Ilham juga melarikan diri dengan cara nekat melompat dari lantai lima hotel ternama tersebut. Dramatis, saat sampai di dasar hotel dan kaki kirinya patah, Ilham masih berupaya meloloskan diri.

Meski sudah diberikan tembakan peringatan dari tim Dit Res Narkoba Polda Sulteng, tersangka Ilham tetap berusaha kabur. Dor! peluru pun bersarang di betis sebelah kiri Ilham. Insiden pengejaran dan penembakan kepada Brigadir Samsul Rizal dan Ilham tersebut berakhir, sekitar pukul 00.30 wita.

“Memang sudah dalam rencana, saya akan melakukan tes urine kepada semua anggota Polres Palu dan polsek-polsek di Kota Palu. Tapi, untuk hari dan waktunya saya tidak bisa pastikan karena akan melakukan secara tiba-tiba,” tegas Christ Reinhard Pusung mantan Kapolres Toli-toli ini.

Usai keduanya mandi darah akibat ditembak, tim Dit Res Narkoba Polda Sulteng dengan menggunakan mobil patroli Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Palu membawa keduanya ke RS Bhayangkara Palu.

Dari dua pelakunya, tersangka Ilham yang parah dan akhirnya di rujuk ke RSU Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (fcb/jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Kalimantan Tengah
wwwwww