Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
12 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
8 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Mulai Dibuka Pasar Imlek Semawis 2017 di Semarang

Mulai Dibuka Pasar Imlek Semawis 2017 di Semarang
Ilustrasi. (antara)
Rabu, 25 Januari 2017 06:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SEMARANG - Pasar Imlek Semawis Semarang yang merupakan ajang tahunan untuk menyambut Tahun Baru Imlek tahun ini kembali digelar di kawasan Pecinan, Semarang, Jawa Tengah.

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (24/1/2017) malam. Hendrar menabuh kencreng, sejenis alat musik tradisional Cina menyerupai simbal.

Mengawali acara, penampilan tarian Genjring Rahayu yang dibawakan oleh siswi SMA Karangturi, Semarang, yang membawakan pesan penggambaran optimisme para kalangan muda.

Hadir pula pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dan jajaran tokoh dan sesepuh warga Tionghoa Semarang.

Semua tamu undangan dipersilakan untuk mengikuti Tuk Panjang, sebuah tradisi makan bersama di sebuah meja panjang yang menggambarkan kebhinnekaan, sebagaimana Imlek pada tahun sebelumnya.

"Libur Tahun Baru Imlek dimulai pada 2003 saat kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri. Saat ini, tidak hanya dirayakan warga Tionghoa, namun seluruh masyarakat," kata Hendrar Prihadi.

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengaku terkesan dengan tradisi "tuk panjang" yang sudah dua kali digelar mengawali Pasar Imlek Semawis, sebab menggambarkan keberagaman masyarakat.

"Inti dari tradisi 'tuk panjang' itu kurang lebih adalah kebersamaan dalam keberagaman sehingga perlu dirawat dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain," ungkapnya.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Haryanto Halim menjelaskan penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis Semarang kali ini mengangkat tema "Pasar Obar-Abir".

"Tema ini juga mendalam maknanya. Artinya, warna-warni kebhinnekaan dalam satu kesatuan yang wajib didukung semua pihak. Masyarakat Semarang meyakini keberagaman adalah keniscayaan," katanya.

Bahkan, kata dia, hidangan yang disajikan dalam tradisi "tuk panjang" juga mengacu tema yang beraneka ragam, seperti lunpia cap go meh, sup shanghai, brokoli jamur tungku, hingga jajan pasar.

"Semoga keharmonisan selalu mewarnai kehidupan di tahun ayam mendatang," pungkasnya. ***

Sumber:Antara
Kategori:Jawa Tengah, DKI Jakarta, Badminton
wwwwww