Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ternyata Suara Jokowi Meninggi saat Lihat Kelakuan Ahok pada Ketua MUI Ma'ruf Amin di Sidang

Ternyata Suara Jokowi Meninggi saat Lihat Kelakuan Ahok pada Ketua MUI Maruf Amin di Sidang
Presiden Joko Widodo.
Sabtu, 04 Februari 2017 06:40 WIB

JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengungkapkan suara Presiden Joko Widodo sempat meninggi saat mendengar ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dalam persidangan dugaan penistaan agama. 

Meski begitu, Luhut enggan menjelaskan apa maksud suara Jokowi yang meninggi gara-gara Ahok tersebut.

"Suara beliau agak tinggi kemarin karena ada saudara Ahok bicara seperti itu dan yang kami mau dan Presiden juga itu arahnya, demokrasi kita ini mesti kita jaga," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/2).

Luhut mengatakan, hal ini saat dirinya menjelaskan maksud pertemuannya dengan Ma'ruf Amin. Mantan Menko Polhukam ini mengatakan, kedatangannya tersebut hanya membahas soal pelbagai hal tentang kondisi negara.

Luhut mengaku dirinya dengan Rais Aam NU itu berteman cukup lama dan sering melakukan komunikasi.

"Intinya kita mau aman, baik-baik, jadi jangan dibawa kemana-mana, seperti ada yang bilang saya belain sana-sini, enggak ada," katanya.

Sementara itu, Luhut mengatakan, pertemuan itu merupakan inisiatif pribadi bukan atas permintaan dari Presiden.

Saat melaporkan isi pertemuannya dengan Ma'ruf Amin ke Presiden, Luhut menceritakan respon Jokowi yang menyebut pertemuan dirinya itu merupakan hal yang positif.

"'Iya sudah benar'. Gitu aja," kata Luhut.

Luhut juga berbicara soal cibiran yang menyebut seharusnya melakukan pertemuan yakni Menko Polhukam bukan dirinya yang saat ini menjabat sebagai Menko Kemaritiman.

Untuk hal ini, kata dia, merupakan suatu hal yang tak perlu dibesar-besarkan.

"Ada yang bilang ini, kok ada Menko Maritim? Saya telepon Pak Wiranto juga. Kan lebih bagus, jangan hanya jabatan, tapi perkawanan dalam keadaan-keadaan begini kan lebih bagus," ujarnya. (mdk)

Editor:Arie RF
Sumber:merdeka.com
Kategori:Badminton, Olympic, Lingkungan
wwwwww