Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
23 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ih Ngeri... Bandar Judi Ternyata Ikut 'Bermain' Dalam Pilkada

Ih Ngeri... Bandar Judi Ternyata Ikut Bermain Dalam Pilkada
ilustrasi
Selasa, 07 Februari 2017 08:34 WIB

JAKARTA - Peneliti Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi mengatakan, bandar judi rupanya cukup berperan dalam menentukan hasil pemilu. Hal itu terutama terjadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"Di beberapa daerah seperti di Sragen, Bekasi, Situbondo, Kupang, Jember. Mereka menentukan siapa yang bakal menang," kata Jojo di gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Senin (6/2/2017).

Jojo menuturkan, bandar judi tidak memiliki keterkaitan dengan pasangan calon tertentu. Mereka hanya berkeinginan untuk mendapatkan uang dari hasil judi saat pemilu berlangsung.

Menurut Jojo, bandar judi memiliki pola kerja yang sistematis. Bandar judi, kata dia, memiliki sebuah tim untuk mengetahui pola dukungan masyarakat hingga jumlah pemilih golput.

"Ada tim checker untuk ketahui berapa uang golput. Betapa sistematisnya mereka bertarung dengan bandar lain," ucap Jojo.

Jojo menyebutkan, keberadaan bandar judi dapat membuat pasangan calon terpaksa menggunakan politik uang untuk mengamankan suara di daerah pemilihan.

"Ketika bandar sudah guyur Rp 50.000 misalnya. Saya misalnya calon, saya tahu, saya sayangi dan kasih uang lebih besar untuk menetralisir uang yang sudah disebar bandar," ujar Jojo. (tnc)

Editor:Arie RF
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Lingkungan, Metropolitan, Badminton
wwwwww