Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Kasus Suap Gatot

KPK 'Bidik' 80 Persen Anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014

KPK Bidik 80 Persen Anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014
Ilustrasi
Selasa, 07 Februari 2017 14:26 WIB

MEDAN - KPK tetap melanjutkan proses penyidikan kasus suap anggota dan mantan DPRD Sumut‎ sesuai dengan fakta persidangan dengan terdakwa mantan Gubernur Gatot Pudjo Nugroho di Pengadilan Tipikor Medan.

Dalam fakta persidangan sekitar 80 persen? pimpinan dan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 menerima suap dengan total mencapai Rp 61.835.000.000 dari 8 item tujuan pemberian.

Hal tersebut juga diakui anggota DPRD Sumut yang menerima uang suap di dalam persidangan.

"Kami masih terus proses kasus ini. Fakta-fakta persidangan tentu menjadi salah satu informasi penting bagi KPK," jelas Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah melalui via selular, Selasa (7/2/2017).

Sedangkan untuk penetapan tersangka baru sampai saat ini lembaga anti rasuah ini masih perlu lebih dalam penyidikannya. "Belum ada tersangka baru yang kami tetapkan dalam kasus itu," ujarnya.

Editor:Wewen
Kategori:Beladiri, Badminton, Sumatera Utara
wwwwww