Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  PON

Masyarakat Tiga Kecamatan di Pelalawan Tuntut Pola Kemitraan dan CSR PT Serikat Putra

Masyarakat Tiga Kecamatan di Pelalawan Tuntut Pola Kemitraan dan CSR PT Serikat Putra
Komisi gabungan DPRD Pelalawan, gelar RDP terkait persoalan PT Serikat Putra dengan masyarakat di tiga kecamatan, Senin (14/8/2017).
Senin, 14 Agustus 2017 14:42 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Masyarakat 13 desa dan 1 kelurahan di 3 kecamatan di Kabupaten Pelalawan, Riau, tuntut pola kemitraan dan program Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap PT Serikat Putra (SP).

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi gabungan DPRD Pelalawan, Senin (14/8/2017). RDP dihadiri oleh pihak perusahaan, masyarakat dan pemerintah.

Persoalan antara perusahaan dan masyarakat disebut-sebut telah berlangsung lama dan tidak kunjung menemukan titik temu. Meski berbagai langkah telah diupayakan.

Sejak kehadirnya di Kabupaten Pelalawan, perusahaan dituding tidak mempunyai itikad baik membangun hubungan dengan masyarakat, baik melalui pola kemitraan maupun program CSR.

"Sejak awal, PT SP tidak membangun pola kemitraan dengan masyarakat. Tandan buah segar (TBS) saja mereka tidak mau terima dari masyarakat," kata Arifin, salah seorang perwakilan dari masyarakat.

Bahkan menurut Lurah Rawang Empat, PT SP merupakan perushaan yang sangat menutup diri dari masyarakat. Bahkan, dalam kesempatan itu Arifin membeberkan sejumlah pelanggaran yang dilakukan perusahaan.

"Perusahaan telah mengalikan fungsi sungai. Perusahaan juga telah menggarap lahan di luar HGU perusahaan," bebernya.***

Kategori:PON
wwwwww