Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Voli

Sudah Sepekan Warga Simpang Padang Duri Kebanjiran dan Harus Mengungsi

Sudah Sepekan Warga Simpang Padang Duri Kebanjiran dan Harus Mengungsi
Pj Kades Simpang Padang, Desi Susanty beserta pihak UPT Dinas PUPR meninjau rumah warga yang kebanjiran akibat drainase yang tersumbat karena Jalan Ambruk.
Senin, 14 Agustus 2017 15:10 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Sejumlah warga RT 1, RW 5 Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis terpaksa mengungsi akibat banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir ini.

Banjir ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Semasa dipimpin oleh Pj Kades Simpang Padang, Desi Susanti sudah 2 kali banjir itu terjadi, ketinggian airnya mencapai 1 meter lebih atau melebihi pinggang orang dewasa.

Ketua RT 1, Arsyad menyebutkan penyebab banjir ini dikarenakan tidak lancarnya aliran air melalui drainase ke Desa Balai Makam. Warga juga sudah berkali-kali melakukan gotong royong untuk membuat aliran air menjadi normal. Namun drainase benar-benar tertutup karena Jalan yang ambruk di Desa Balai Makam.

"Sudah berapa kali ini masyarakat saya mengalami banjir. Penyebabnya masih sama karena Jalan di perumahan tahap I ini ambruk dan menyumbat polongan/drainase yang biasa sebagai aliran air dari Desa Simpang Padang," kata Arsyad yang miris melihat warganya sampai harus mengungsi demi keselamatan jiwa anggota keluarganya.

Sementara itu, Pj Kades Simpang Padang, Desi Susanty juga menyebutkan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengantisipasi agar banjir ini tidak rutin terjadi. Masyarakat juga sudah dikerahkan untuk melakukan gotong royong, namun karena pekerjaannya cukup berat perlu bantuan alat berat yang akan menggunakan biaya besar.

"Ini banjir terparah selama saya di sini. Bahkan ternak masyarakat juga tidak dapat diselamatkan. Ikan dari kolam warga juga banyak yang keluar, salah satu dari warga yang biasa berjualan ayam potong pun sudah 1 minggu tidak berjualan karena banjir ini," kata Desi Susanty kepada GoRiau.com saat meninjau rumah warga yang kebanjiran, Senin (14/8/2017).

Tidak sampai di sana saja, Pj Kades Simpang Padang ini melalui Ketua LKMK, Syafrizal mendatangi UPT Dinas PUPR yang berkantor di Workshop KM 5 Kulim untuk mengajukan permohonan bantuan alat berat.

"Solusinya hanya mengangkat runtuhan aspal yang sudah menutup aliran air ini. Jika itu sudah dilakukan, dipastikan masyarakat kami di Simpang Padang tidak akan mengalami kebanjiran lagi dan tidak harus mengungsi lagi," kata Syafrizal. ***

Kategori:Voli, Olympic
wwwwww