Sudah Sepekan Warga Simpang Padang Duri Kebanjiran dan Harus Mengungsi
![]() |
| Pj Kades Simpang Padang, Desi Susanty beserta pihak UPT Dinas PUPR meninjau rumah warga yang kebanjiran akibat drainase yang tersumbat karena Jalan Ambruk. |
Penulis: Ira Widana
Banjir ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Semasa dipimpin oleh Pj Kades Simpang Padang, Desi Susanti sudah 2 kali banjir itu terjadi, ketinggian airnya mencapai 1 meter lebih atau melebihi pinggang orang dewasa.
Ketua RT 1, Arsyad menyebutkan penyebab banjir ini dikarenakan tidak lancarnya aliran air melalui drainase ke Desa Balai Makam. Warga juga sudah berkali-kali melakukan gotong royong untuk membuat aliran air menjadi normal. Namun drainase benar-benar tertutup karena Jalan yang ambruk di Desa Balai Makam.
"Sudah berapa kali ini masyarakat saya mengalami banjir. Penyebabnya masih sama karena Jalan di perumahan tahap I ini ambruk dan menyumbat polongan/drainase yang biasa sebagai aliran air dari Desa Simpang Padang," kata Arsyad yang miris melihat warganya sampai harus mengungsi demi keselamatan jiwa anggota keluarganya.
Sementara itu, Pj Kades Simpang Padang, Desi Susanty juga menyebutkan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengantisipasi agar banjir ini tidak rutin terjadi. Masyarakat juga sudah dikerahkan untuk melakukan gotong royong, namun karena pekerjaannya cukup berat perlu bantuan alat berat yang akan menggunakan biaya besar.
"Ini banjir terparah selama saya di sini. Bahkan ternak masyarakat juga tidak dapat diselamatkan. Ikan dari kolam warga juga banyak yang keluar, salah satu dari warga yang biasa berjualan ayam potong pun sudah 1 minggu tidak berjualan karena banjir ini," kata Desi Susanty kepada GoRiau.com saat meninjau rumah warga yang kebanjiran, Senin (14/8/2017).
Tidak sampai di sana saja, Pj Kades Simpang Padang ini melalui Ketua LKMK, Syafrizal mendatangi UPT Dinas PUPR yang berkantor di Workshop KM 5 Kulim untuk mengajukan permohonan bantuan alat berat.
"Solusinya hanya mengangkat runtuhan aspal yang sudah menutup aliran air ini. Jika itu sudah dilakukan, dipastikan masyarakat kami di Simpang Padang tidak akan mengalami kebanjiran lagi dan tidak harus mengungsi lagi," kata Syafrizal. ***













