Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
23 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
2
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
24 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
3
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
23 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
4
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
11 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  PON

BMKG: 17 Titik Panas Muncul di Aceh

BMKG: 17 Titik Panas Muncul di Aceh
Ilustrasi. [Foto Istimewa]
Rabu, 23 Agustus 2017 08:03 WIB

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebutkan terdapat 17 titik panas terpantau oleh satelit yang muncul dan menyebar pada enam kebupaten di wilayah Aceh.


"Terdeteksi oleh satelit Terra dan Aqua sebanyak 17 titik panas di Aceh," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang Zakaria di Aceh Besar, Selasa (22/8).

Ia menjelaskan ke-17 titik panas tersebut terpantau berada pada enam kabupaten di Aceh, seperti enam titik di antaranya di Nagan Raya Aceh. Di Nagan Raya atau lebih tepatnya terdeteksi di Kecamatan Darul Makmur empat titik, dan Kecamatan Kula dua titik panas.

Lalu Aceh Barat menyumbang lima titik panas, masing-masing dua titik di Kecamatan Johan Pahlawan dan Kecamatan Kaway Enambelas, serta satu titik di Kecamatan Pante Ceuremen. Aceh Selatan di Kecamatan Trumon Timur, dan Pidie di Kecamatan Muara Tiga sama-sama berbagi sumbangan dua titik panas.

Terakhir sisanya dua titik panas lagi disumbang Aceh Barat Daya di Kecamatan Barahrot, dan Aceh Tengah di Kecamatan Pegasing. "Rata-rata memiliki potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan di area kecamatan tersebut, di atas 50 persen," kata Zakaria.

Deputi Bidang Meteorogi BMKG, Yunus S Swarinoto telah mengingatkan, wilayah Aceh perlu mewaspadai kemunculan titik panas akibat meningkatnya intensitas cuaca kering selama musim kemarau.

Berdasarkan peta potensi kemudahan kebakaran yang ditinjau dari unsur cuaca, katanya maka masih menunjukkan wilayah di Aceh sangat mudah terjadi kebakaran. "Meski begitu, kondisi cuaca tidak akan menyebabkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Jika tidak ada faktor manusia yang melakukan pembakaran," tegasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat saat ini secara nasional terdapat ratusan titik panas di Tanah Air karena tidak terpantau satelit. "Di lapangan jumlah hotspot kemungkinan lebih banyak, karena adanya daerah-daerah yang tidak terlintasi satelit saat ada kebakaran hutan," ujar Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:antaranews.com
Kategori:Aceh, PON
wwwwww