Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
22 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
21 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
23 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
21 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Dituduh Kibus Polisi, Pemuda Ini Sekarat Dibacok Anak Bandar Sabu

Dituduh Kibus Polisi, Pemuda Ini Sekarat Dibacok Anak Bandar Sabu
Rabu, 23 Agustus 2017 10:02 WIB
Penulis: RLS

MEDAN-Wiswandi (23) penduduk Jalan Eka Budi Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor. Pemuda ini sekarat dibacok AR (18) karena dituduh sebagai kibus/informan polisi.

Menurut penuturan orangtua korban, Wiswidas (23) mengatakan, anaknya dianiaya oleh AR lantaran lantaran menolak dicecoki narkotika jenis sabu dan menolak mengedarkan sabu tersebut.

"Anak saya dituduh pelaku sebagai informan atau kibus polisi. Sebelum anak saya dianiaya, ayah pelaku yang diketahui sebagai bandar narkoba ditangkap personil Sat Narkoba Polrestabes Medan dalam kasus sabu dan malah dituduhnya anak saya sebagai kibus polisi," ujar Wiswidas.

Kesal akibat orangtuanya ditangkap polisi, lanjut Wiswidas, AR mendatangi korban dan langsung membacoknya. Akibat bacokan itu, korban mengalami luka di pergelangan tangan dan luka koyak di bagian paha kirinya.

"Kami sudah melapor ke Polsek Delitua, tapi kasusnya masih diproses. Kami takut diteror oleh pelaku. Sebab, penganiayaan ini bukan pertama kalinya terjadi, dua tahun silam, ayah pelaku yang bernama Unus juga menganiaya anak saya," ucap Wiswidas.

Terpisah, Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna mengatakan telah menerima laporan korban. "Laporan korban sudah kita terima dan masih kita proses untuk menangkap pelakunya," kata Wira.

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri
wwwwww