Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
22 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
21 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
24 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
22 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Umum

Wagub: Aceh yang Memperkenalkan Bahasa Melayu dan Arab-Jawi

Wagub: Aceh yang Memperkenalkan Bahasa Melayu dan Arab-Jawi
Wagub Iriansyah menyerahkan plakat kepada Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam Prof. Datuk Wirah Mohd Jamil bin Mukmin pada pembukaan rapat kerja Dunia Melayu Dunia Islam tahun 2017 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, 22/8/2017.
Rabu, 23 Agustus 2017 09:45 WIB

BANDA ACEH - Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membuka Rapat Kerja Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) tahun 2017 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Selasa (22/08/2017).

Dalam sambutannya, Nova menyampaikan, Aceh sebagai bagian dari dunia melayu memiliki peran khusus karena pernah menjadi pusat peradaban Islam di kawasan ASEAN.

Peran Aceh kata Nova antara lain, memperkenalkan bahasa Melayu dan tulisan Arab–Jawi ke berbagai wilayah Nusantara dan ASEAN.

“Bahkan bahasa Melayu pernah menjadi bahasa diplomasi dalam dunia perdagangan internasional kala itu. Karena itu jika berbicara sejarah perjalanan bahasa Melayu, peran Aceh tidak boleh diabaikan,” kata Nova.

Nova mengatakan, sejarah masa lalu telah membuktikan bawah hubungan emosional antara Malaka dengan Aceh begitu dekat.

Bukti itu kata Nova dapat dilihat dari keberadaan dua makam pejuang Aceh di Malaka, yang syahid dalam perang mengusir Portugis yang ingin menguasai Malaka. Kedua pejuang Aceh itu mufti Kerajaan Aceh, Syekh Syamsuddin as-Sumatrani di kampung Ketek, pinggiran Bandar Malaka, dan seorang makam panglima perang kerajaan Aceh asal Pidie.

Ukhuwah Islamiyah tersebut kata Nova, harus terus dijaga dengan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, salah satunya melalui penguatan budaya melayu dan budaya Islam.

“Dalam hal ini kita bersyukur, sebab untuk menjaga eksistensi dunia melayu ini, telah ada lembaga DMDI, di mana salah satu misinya adalah merawat kejayaan melayu melalui silaturahmi dan persatuan antar bangsa Melayu dan umat Islam,” kata Nova.

Melalui rapat kerja DMDI, Nova berharap para tokoh melayu Indonesia dan Malaysia dapat merumuskan program konkret yang menyentuh langsung sasaran yang akan dikembangkan.

“Isu-isu budaya, perkembangan Islam terkini dan berbagai riset tentang sejarah melayu perlu menjadi perhatian agar kita akan mampu melahirkan gagasan baru untuk melestarikan peradaban Melayu dan Islam,” ujar Nova.

Rapat kerja tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam, Prof Datuk Wirah Mohd Jamil bin Mukmin, Kepala Dinas Syariat Islam, Munawar A Jalil selaku Sekretaris DMDI Aceh, Kepala Biro Isra, Sulaiman, serta narasumber, Prof Datuk Baharuddin bin Haji Puteh.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh, Umum
wwwwww