Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Anak Durhaka Bunuh Ibu Kandungnya dan Mayatnya Dibuang ke Sungai Belakang Rumah

Anak Durhaka Bunuh Ibu Kandungnya dan Mayatnya Dibuang ke Sungai Belakang Rumah
Rabu, 30 Agustus 2017 10:31 WIB

TEBINGTINGGI-Ternyata sosok mayat Mrs X yang ditemukan warga dalam posisi tersangkut di akar pohon beringin tepatnya di bawah jembatan Sei Padang Kampung Sei Sarimah, Desa Gelam, Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Sergai, bernama Sopiana Br Parhusip (50).

Korban dibunuh utra kandungnya sendiri, Sangkot Manurung (37), warga Tapian Nauli Dusun Lumban Julu, Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Sergai.

Kapolsek Bandar Khalifah AKP Sopian, Selasa (29/8/2017), mengatakan, terungkapnya identitas dan penyebab kematian korban setelah keluarga datang ke polsek dan mengenali jasad tersebut. Korban dan tersangka tinggal serumah.

"Personil melakukan penyelidikan dan meminta keterangan warga sekitar kediaman korban hingga akhirnya dari hasil olah TKP dan keterangan saksi didapati jika korban tewas akibat dibunuh oleh anaknya dengan mengunakan sebilah parang," terang AKP Sopian.

Diungkapkan Kapolsek, pelaku Sangkot Manurung yang diduga mengalami gangguan jiwa ini melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya pada Sabtu (26/8) malam. Usai membacok bagian wajah dan kedua tangan ibunya tersebut, pelaku kemudian membuang jasad korban yang telah tewas ke sungai yang berjarak sekitar 10 meter di belakang kediaman mereka.

Dan dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Sangkot Manurung mengaku membunuh ibunya setelah mendapat suara bisikan yang mengatakan jika dirinya harus membunuh sang ibu karena ibunya tersebut adalah orang jahat.

"Pelaku menganggap dirinya telah tewas dibunuh, dan bisikan tersebut mengatakan jika pelaku pembunuhan terhadap dirinya adalah ibunya," terang Kapolsek.

Saat ini barang bukti satu bilah parang serta pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan pembunuhan dan satu buah tilam dan pelaku telah diamankan dan ditahan diruang tahanan Polsek Bandar Kalifah.

"Saat ini pelaku Sangkot Manurung telah kita tahan dan terhadap pelaku juga akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan, dimana ketika menjalani pemeriksaan pelaku kerab memberi jawaban yang ngawur," imbuh Kapolsek.

Hokkop Manurung, paman pelakumengatakan bahwa angkot Manurung adalah merupakan anak bungsu korban dan sudah bertahun-tahun mengalami gangguan jiwa.

"Pelaku yang masih lajang dan pernah merantau ke Kota Jambi ini sudah lama mengalami gangguan jiwa, dan keduanya hanya tinggal berdua di rumah setelah ditinggal mati ayahnya," ujar Hokkop.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic
wwwwww