Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Umum

Korban Tersambar Petir di Aceh Utara Kembali Bersekolah

Senin, 16 Oktober 2017 11:31 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 10 siswa SMP Al-Alaq, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara yang menjadi korban terkena bias sambaran petir bebepa waktu lalu dan sempat dirawat di Rumah Sakit Arun, saat ini kembali aktif sekolah, Senin (16/10/2017).

Kepala SMP Al-Alaq, Samsul kepada GoAceh mengatakan, siswa tersebut sudah kembali aktif belajar hari ini. Setelah di-peusijuek (ditepungtawari) pada Jumat kemarin oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf atau akrab disapa Si Dom Peng. Dua orang di antaranya sudah mulai aktif sejak Jumat lalu.

“Siswa-siswa yang terkena bias petir hari ini sudah aktif kembali, sebelumnya yang duluan sehat dan keluar dari rumah sakit juga mulai sekolah pada Jumat lalu,” katanya melalui via telepon seluler.

Samsul menambahkan, pohon di lokasi kantin yang menjadi target sambaran petir sudah dipotong, karena ditakutkan ke depan akan terjadi hal dan peristiwa yang sama. Untuk waspada dan menjauhi konsekuensi itu, pohon tersebut ditebang, dan aktivitas di kantin normal seperti biasa.

“Ini merupakan sebuah musibah, dan juga ada hikmah dibalik semua ini. Jadi, saya sebagai kepala sekolah berpesan kepada seluruh siswa, supaya ke depan berhati-hati dan waspada serta lindungi diri ketika gemuruh atau ada petir,” imbuhnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum
wwwwww