Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Sidang IPU ke 137: PKS Serukan Pengokohan Demokrasi dan HAM untuk Tata Dunia yang Lebih Adil dan Bermartabat

Sidang IPU ke 137: PKS Serukan Pengokohan Demokrasi dan HAM untuk Tata Dunia yang Lebih Adil dan Bermartabat
Ketua Fraksi PKS DPR, A Jazuli.
Senin, 16 Oktober 2017 11:21 WIB
JAKARTA - Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, menghadiri Sidang Inter Parliamentary Union (IPU) ke 137 di Saint Petersburg, Rusia,  yang berlangsung 14-16 Oktober 2017. Jazuli menjadi delagasi Indonesia untuk Komisi Demokrasi dan HAM. 

Pada kesempatan tersebut, Anggota Komisi I ini, menyerukan agar negara-negara IPU semakin mengokohkan pelaksanaan demokrasi dan penegakan HAM dalam kehidupan bangsa-bangsa di dunia.

"Sistem demokrasi dan HAM menjamin partisipasi dan penghargaan atas hak-hak sipil lebih baik dari sistem lainnya. Untuk itu kita harus mengokohkannya demi terwujudnya tata dunia yang adil dan bermartabat," terangnya. 

Jazuli Juwaini berharap negara-negara maju berkomitmen untuk mendukung negara-negara berkembang dalam menerapkan demokrasi dan HAM secara konsekuen. 

"Jangan ada standar ganda karena hal itu menunjukkan tindakan yang hipokrit. Mendukung (hasil) demokrasi di negara-negara demokrasi baru jika menguntungkan kepentingannya saja," tegasnya. 

Sebaliknya, lanjut Jazuli, negara-negara berkembang agar semakin kuat mendorong demokratisasi dan HAM sebagai jalan untuk mensejahterakan rakyat di negara masing-masing.

"Saya pribadi yakin jika demokrasi dan penghormatan atas HAM dilaksanakan secara konsekuen, tindak kekerasan, pembunuhan dan pembantaian nyawa manusia seperti yang terjadi di Robingya, Palestina, Irak, Syiria dan lain-lain tidak akan terjadi," pungkas Jazuli. 

Pembelaan Atas Rohingya

Sidang IPU kali ini akhirnya menerima usulan untuk secara khusus membahas isu Rohignya. Menurut Jazuli, adalah delegasi Parlemen Indonesia bersama tujuh delegasi negara-negara lain (Banglades, Turki, Maroko, Sudan, Iran, Kuwait, Uni Emirat Arab) yang secara khusus mengusulkan (emegency item) atau bahasan khusus tentang Rohingya di sidang IPU.

"Inilah salah satu misi delegasi Indonesia di Sidang IPU (pembelaan atas Rohingnya), semata-mata sebagai bentuk wujud nyata keberpihakan Indonesia untuk memerangi penindasan terhadap umat manusia atas nama apapun," terang Jazuli. 

"Alhamdulillah, akhirnya voting pembelaan terhadap warga Rohingnya menang dengan 1027 suara, termasuk dukungan 100 persen dari delegasi Inggris dan Canada, dan yang mendukung Myanmar hanya 47 suara. Ini menunjukkan rasa dan solidaritas kemanusiaan itu masih ada diantara bangsa-bangsa," pungkas Jazuli.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww