Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  PON

Meski Sudah Ada Ultimatum, Elpiji 3 Kg Masih Sulit Didapat di Pangkalan Kerinci

Meski Sudah Ada Ultimatum, Elpiji 3 Kg Masih Sulit Didapat di Pangkalan Kerinci
Ilustrasi (Foto Internet)
Jum'at, 17 November 2017 19:23 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Dalam beberapa pekan ini, masyarakat Pangkalan Kerinci kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kg. Meski dinas terkait telah mengeluarkan beberapa point ketegasan, terkait kelangkaan gas bersubsidi ini.

“Gas 3 kg masih susah didapat. Saya sudah keliling ke warung-warung, namun kosong," tutur Nisa (35), warga Kota Pangkalan Kerinci, Jumat (17/11/2017).

Bahkan untuk mendapatkan elpiji 3 kg, ibu rumah tangga ini telah mencoba berkeliling ke seluruh warung di Kota Pangkalan Kerinci yang biasa menjual gas elpiji jenis melon.

"Dimana-mana kosong. Setiap kali ke pangkalan juga sudah tidak dapat lagi, meski sudah membawa fotokopi KK dan KTP," keluh Nisa, kepada GoRiau.com.

Terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg ini, pekan lalu Disperindag Pelalawan padahal telah mengeluarkan beberapa point ketegasan terhadap pangkalan.

Pertama, untuk pengambilan gas elpiji ukuran 3 Kg harus membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kedua, Harga Eceran Tertinggi (HET) harus Rp 18.000.

Ketiga, restoran atau rumah makan dilarang mengunakan gas elpiji 3 Kg atau gas bersubsidi. Keempat, pangkalan dilarang melayani anak-anak karena berbahaya. Kelima, pangkalan gas dilarang menjual kepada pengecer.

Keenam, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang membeli gas 3 Kg atau gas bersubsidi karena diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Ketujuh, apabila terbukti melanggar keputusan ini, maka izin pangkalan akan dicabut.***

Kategori:PON
wwwwww