Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Dispar Riau Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Memanfaatkan Limbah Daun Nanas

Dispar Riau Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Memanfaatkan Limbah Daun Nanas
Istimewa.
Senin, 20 November 2017 15:55 WIB
PEKANBARU - Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utamanya.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini terus berkembang dan harus didukung dengan keberadaan industri kreatif sebagai landasannnya, dan perkembangan ekonomi saat ini telah sampai pada taraf ekonomi kreatif, sehingga dihadapkan dengan konsep ekonomi informasi dimana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi itu sendiri.

Untuk menjawab tantang perkembangan itu semua, maka pemerintah provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Riau menggelar kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek di Hotel Dafam Pekanbaru, Senin (20/11), diikuti 36 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Kampar Riau, dilaksanakan mulai tanggal 20 sampai 25 November 2017. 

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Riau Fahmizal Usman, pada saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada acara tersebut, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Dispar Riau sebagai upaya memberikan memotivasi bagi para pelaku ekonomi kreatif diprovinsi Riau. 

"Kegiatan pembinaan yang diselenggarkan saat ini, fokus kepada pemanfaatan teknologi di bidang pengolahan limbah lingkungan, pemanfaatan potensi lokal yaitu daun nanas, sehingga dapat memiliki kreasi dan nilai jual tersendiri," katanya. 

Fahmizal menuturkan, selama ini di daerah kita (Riau) daun nanas masih menjadi limbah atau hanya menjadi pakan ternak atau dihancurkan untuk pupuk. "Dispar Riau berupaya memberikan pembinaan agar dapat memanfaatkan dan mengolah limbah daun nanas tersebut agar memiliki nilai fungsi dan ekonomis yang lebih tinggi,'' tuturnya.  

Kadispar Riau juga mengungkapkan, di Subang Jawa barat (Jabar) limbah daun nanas dapat diolah dengan cara mengekstraksi daun tersebut menggunakan mesin, sehingga bisa menjadi produk berupa serat daun nanas.

"Dimana serat daun Nanas tersebut biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk tekstil seperti benang, kain atau pun pakaian," ungkap Fahmizal. 

"Selain itu, serat daun nanas juga bisa dijadikan berbagai jenis kerajinan seperti tas, gorden, rambut palsu, casing hand Phone, fiber interior mobil, dan bahan baku pembuatan furniture," tambahnya. 

Para peserta mengikuti pembinaan nantinya akan mendapatkan informasi yang lengkap dari narasumber peraih juara I Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional, yaitu pengelola Posyantek Al Fiber, Alan Sahroni, dari Desa Cikadu Kecamatan Cijambe dengan alat TTG berupa mesin Dekortikator G3 yaitu sebuah alat ekstrasi serat daun nanas.

Pada akhir pemaparanya Fahmizal berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga dengan selesainya mengikuti kegiatan ini, dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam beraktifitas kedepannya. 

Turut hadir pada acara pembukaan pembinaan itu, Anggota DPRD Riau Adrian, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau, R Dandun Wibawa, Widyaiswara Pemprov Riau, Wellie Annalia. 

Widyaiswara Pemprov Riau, Wellie Annalia, menuturkan, kegiatan Pembinaan untuk pelaku ekonomi Kreatif ini sangat bagus, dimana tujuannya adalah untuk melahirkan, serta menumbuh kembangkan pelaku Ekonomi Kreatif  Riau yang tersebar di Kabupaten dan kota. 

"Kegiatan ini sangat  bagus, nantinya produk para Pelaku Ekonomi Kreatif yang mengikuti kegiatan ini, secara kepariwisataan hasil produksinya bisa menjawab dan mengisi kebutuhan pos pos destinasi wisata Riau khususnya dan destinasi nasional secara umum," tutur Wellie Annalia. 

Secara garis besar Wellie Annalia memberikan 2 agenda yaitu soft skill dan managerial skill. Dari 2 agenda tersebut ada 7 materi pokok yang disampaikan yaitu motivasi usaha, pengenalan potensi diri pelaku usaha, pengembangan potensi diri pelaku usaha. 

Selanjutnya, Life cycle produk, pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan berorientasi eksporf, prinsip entrepreneur, manajemen usaha. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Riau
wwwwww