Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
13 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Bisnis Rumah Subsidi di Aceh Tetap Bergairah

Bisnis Rumah Subsidi di Aceh Tetap Bergairah
Perumahan Griya Anugerah Blangkrueng(Dokumentasi PT Gigeh Mandiri Sejahtera)
Sabtu, 09 Desember 2017 07:44 WIB

BANDA ACEH - Perlambatan ekonomi tak membuat para pengusaha perumahan (developer) di Provinsi Aceh, berhenti berproduksi. Sebaliknya, mereka justru melakukan terobosan. Di antaranya dengan mengubah pasar incaran.

PT Gigeh Mandiri Sejahtera, contohnya. Mereka menyasar kelas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang hanya mampu mengakses rumah bersubsidi. 

Menurut Direktur Utama sekaligus pemilik PT Gigeh Mandiri Sejahtera, Firdaus Musa, pasar rumah subsidi di Aceh cukup besar.

"Lumayan, Tahap I perumahan yang kami pasarkan laris terjual," kata Firdaus kepada KompasProperti, Kamis (7/11/2017).

Dalam catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikutip Bank Indonesia melalui Survei Harga Properti Residensial, realisasi pembangunan rumah subsidi atau dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) di Aceh masih sangat minim.

Pada kuartal I-2017, realisasi rumah FLPP 9 unit dengan nilai Rp 856,8 juta. Kemudian kuartal II, turun menjadi 4 unit dengan nilai Rp 402,3 juta. Angka ini tumbuh kembali pada kuartal III dengan pencapaian 17 unit dengan nilai Rp 1,657 miliar.

Karena masih minim inilah PT Gigeh Mandiri Sejahtera konsentrasi pada perumahan subsidi. Pasalnya, permintaan cukup banyak, sementara pasokan terbatas. 

Melalui Griya Anugerah Blangkrueng, mereka memasarkan 10 unit rumah subsidi tipe 36 dengan harga mulai dari Rp 180 juta. 

Seluruh dari 10 unit yang masuk dalam pengembangan Tahap I ini sudah terjual habis. Demikian halnya dengan rumah non subsidi tipe 50 seharga Rp 275 juta. 

"Kami hanya tawarkan 2 unit untuk tipe 50. Itu habis juga," kata Firdaus.

Saat ini, PT Gigeh Mandiri Sejahtera tengah memasarkan Griya Anugerah Blangkrueng Tahap II. Perumahan yang berlokasi di Blangkrueng Aceh Besar atau dekat Kampus Universitas Syahkuala ini dirancang dalam dua pilihan yakni tipe 45 dan dan tipe 50.

Tipe 45 dibanderol dengan harga 275 juta dengan jumlah rumah 4 unit, dan tipe 50 dipatok seharga Rp 320 juta dengan jumlah juga 4 uni

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Aceh, Ekonomi
wwwwww