Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Waduh, F-Golkar Rame-rame Galang Tanda Tangan Tolak Aziz Syamsuddin Jadi Ketua DPR

Waduh, F-Golkar Rame-rame Galang Tanda Tangan Tolak Aziz Syamsuddin Jadi Ketua DPR
Tandatangan penolakan Aziz Syamsudin. (GoNews.co)
Senin, 11 Desember 2017 14:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang tanda tangan untuk menolak Aziz Syamsuddin sebagai ketua DPR. Hal itu karena penunjukkan yang dilakukan Setya Novanto disebut sewenang-wenang.

"Iya sedang (penandatanganan tidak setuju). Pada prinsipnya kami kader-kader Golkar yang ada di Fraksi Partai Golkar di DPR tidak setuju dengan kesewenang-wenangan dari pada beberapa orang atau kelompok untuk mengadakan penggantian pimpinan DPR dalam waktu yang singkat," kata Sekretaris Dewan Pembina Golkar Fadel Muhammad di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Fadel menyebut, setengah dari seluruh anggota fraksi telah menandatangani penolakan tersebut. 

"Sudah lebih dari pada setengah. Kami kan 91 orang, ada yang berhalangan 6 orang, 60-an (orang) saya kira sudah (menandatangani)," ujarnya.

Fadel menuturkan, proses penunjukkan ketua DPR seperti yang dilakukan oleh Novanto mestinya melalui pembahasan di internal Golkar terlebih dahulu. 

"Bagusnya kan kita bicarakan secara terbuka di DPP, bicarakan terbuka di dewan pembina, ini kan Golkar organisasi, ada prosesnya, prosedurnya, jangan serta merta begitulah," tutur Fadel.

Sebelumnya, Fraksi Golkar anti-Novanto membuat semacam surat tandingan. Surat tersebut berisi penolakan penggantian Ketua DPR di masa persidangan hari ini. ***

wwwwww