Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  PON

Terungkap, Sebagian Besar Perusahaan HTI di Pelalawan Belum Tunaikan Tanaman Kehidupan

Terungkap, Sebagian Besar Perusahaan HTI di Pelalawan Belum Tunaikan Tanaman Kehidupan
Rapat dengar pendapat DPRD Pelalawan bersama 15 perusahaan dan Desa membahas realisasi tanaman kehidupan, Selasa (12/12/2017).
Rabu, 13 Desember 2017 11:53 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Sebagian besar perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pelalawan belum merealisasikan tanaman kehidupan di sekitar areal konsesi perusahaan.

Hal ini terungkap pada rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Pelalawan bersama 15 perusahaan dan 11 desa di dua wilayah kecamatan membahas realisasi tanaman kehidupan, Selasa (12/12/2017).

Dalam RDP tersebut, 15 perwakilan perusahaan yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan penjelasan terkait realisasi tanaman kehidupan di sekitar areal konsesinya.

Terungkap, dari 15 perusahaan HTI yang dipanggil DPRD Pelalawan tersebut, sebagian besar belum menunaikan tanaman kehidupan.

"Ini menjadi pertanyaan masyarakat. Kita ingin perusahaan melaksanakan komitmennya," kata perwakilan masyarakat Desa Kuala Tolam, Nasarudin, dalam forum.

Menurutnya, selama ini masyarakat telah mencoba bersabar dan menahan diri. Namun tanaman kehidupan yang diharapkan tidak kunjung direalisasikan oleh perusahaan.

"Kami sangat harapkan kapan pertemuan dengan perusahaan dilaksanakan, selama ini kami menahan diri. Kapan negosiasi dapat dimulai, kami berharap perusahaan tidak mengulur-ulur waktu lagi," tegasnya.

Senada dengan itu, perwakilan Kelurahan Pelalawan dan Desa Kuala Panduk meminta perusahaan segera merealisasikan komitmennya.

"Kami minta komitmen perusahaan itu jelas. Bagaimana agar secepetnya tanaman kehidupan dimanfaatkan masyarakat," tegasnya.

Ketua Komisi II DPRD Pelalawan, Habibi Hapri yang memimpin jalannya RDP meminta perusahaan untuk tidak hanya bicara komitmen, namun sudah bicara realisasi. "Pada hari ini kita tidak hanya bicara komitmen, seharusnya sudah bicara realisasi," tutup Habibi Hapri.***

Kategori:PON
wwwwww