Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
6 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  PON

LSM Minta Dinkes Agara dan RSU Sahudin Sosialisasikan Difteri

LSM Minta Dinkes Agara dan RSU Sahudin Sosialisasikan Difteri
Ilustrasi [Istimewa]
Rabu, 20 Desember 2017 13:29 WIB
Penulis: Jufri
KUTACANE -  Terkait wabah atau virus difteri yang semakin meluas dan telah merenggut nyawa beberapa warga di Aceh, LSM Satyapila Aceh Tenggara meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dan pihak RSUD Sahudin gencar mensosialisasikan virus tersebut kepada masyarakat.

"Kita meminta kedua lembaga kesehatan di Agara agar melakukan sosialisasi terhadap virus difteri yang dapat mematikan itu," pinta Ketua Pembina Satyapila, Nasrulzaman kepada GoAceh, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, masyarakat luas banyak tidak mengetahui apa itu virus difteri dan apa penyebabnya manusia bisa terjangkit virus difteri serta tanda-tanda atau gejala seseorang terjangkit. Sebab itu, masyarakat luas harus paham dan mengerti. 
 
"Informasi data yang kita terima dari Dinas Kesehatan Aceh pada 2017 hampir sekitar 60 warga dari beberapa kabupaten/kota di Aceh terkena difteri dan 4 orang di antaranya telah meninggal dunia," jelas Nasrulzaman.
 
Secara terpisah, Sekretaris Dinas kesehatan Aceh Tenggara, Alpansyah dihubungi GoAceh mengatakan untuk sosialisasi terhadap virus difteri memang belum ada dilakukan. Alasannya, sampai saat ini belum ada laporan warga terjangkit virus tersebut.
 
"Tetapi kita sudah perintahkan kepada seluruh puskesmas untuk melakukan sosialisasi akan bahaya virus difteri ini. Kita akan berkoordinasi dengan pihak RSU terkait adanya isu bahwa ada warga terjangkit virus difteri," ungkap Alpansyah.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww