Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
6 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  PON

Satpol PP Lhokseumawe Kembali Tertibkan Paksa Pedagang

Satpol PP Lhokseumawe Kembali Tertibkan Paksa Pedagang
Satpol PP saat memindahkan pedagang kaki lima, Rabu (20/12/2017). [Sarina]
Rabu, 20 Desember 2017 21:34 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE - Pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang musiman yang berjualan di tempat terlarang ditertibkan secara paksa petugas Satpol PP, Rabu (20/12/2017). Mereka ditindak lantaran sebelumnya telah diingatkan, namun tidak digubris.

Kasat Pol PP-WH Lhokseumawe M Irsyadi melalui Kasi Penindakan Cek Sam kepada GoAceh mengatakan, pihaknya terpaksa memindahkan secara paksa karena jauh-jauh hari sebelumnya sudah diimbaukan supaya PKL dan musiman itu menggeser ke lokasi yang ditetapkan.

“Malam kemarin kita juga sudah mengatakan untuk menggeser semua lapak dagangan mereka, pedagang musiman pindah ke depan terminal labi-labi dan pedagang gorengan masuk ke perkarangan terminal labi-labi Keude Aceh,” katanya.

Sementara salah seorang pedagang gorengan, Mutia Sari yang dimintai keterangan mengatakan, ia dan beberapa lainnya tidak terima lapak dagangan dipindahkan ke dalam perkarangan terminal labi-labi. Dia justru mempertanyakan kenapa pedagang musiman dibolehkan berjualan di pinggir jalan, sedangkan mereka yang warga domisili harus pindah.

“Kami tidak terima diginiin, kami penduduk tetap Gampong Keude Aceh, tapi malah kami yang harus pindah sementara pedagang musiman boleh jualan di sini,” katanya.

Pedagang lain, Marliah juga mengatakan hal senada. Marliha mengungkapkan, ia sudah mendatangi kantor wali kota setempat dan menjumpai langsung dengan Walikota Suaidi Yahya. Alhasil, kata Marliah, mereka dibolehkan berjualan tapi ketika pulang gerobak mereka dibawa pulang sesuai prosedur.

“Tapi kenapa sekarang malah dipindahkan. Kami mau lapak kami kembali ke lapak semula,” ungkapnya.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:PON
wwwwww