Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
7 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
20 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Panipahan, Kota di Atas Laut yang Jauh dari Keramaian Ibukota Bagansiapi-api

Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rohil, Riau.
Senin, 15 Januari 2018 11:24 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
ROKAN HILIR - Panipahan merupakan salah satu kelurahan yang memiliki daya pesona dan potensi pariwisata. Desa ini berada di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.

Namun, lantaran lokasinya yang terletak berjauhan dari ibukota Bagansiapi-api dan berada di perbatasan antara Riau dan Sumatera Utara (Sumut) membuat kota tradisional ini tidak begitu populer.

Untuk mencapai kota di atas laut ini, masyarakat harus menaiki speedboat dari pelabuhan Bagansiapi-api. Dengan jarak tempuh antara 1,5 jam hingga 2 jam, masyarakat yang naik speedboat tersebut harus merogoh kocek sebesar Rp115 ribu per penumpang.

Nantinya, selama dalam perjalanan mengarungi sungai dan laut lepas Selat Malaka ini, penumpang akan disuguhi pemandangan alam yang mempesona. Mulai dari gulungan ombak yang menari-nari, aktivitas nelayan menjala ikan, hingga aktivitas burung-burung yang berterbangan bebas memangsa ikan-ikan di laut.

Belum lagi ketika diterpa angin laut yang bertiup sepoi-sepoi, situasi ini menambah ketenangan tersendiri bagi masyarakat yang tengah dalam perjalanan menuju Panipahan.

Sesampainya di pelabuhan Panipahan, mata anda akan takjub melihat bangunan-bangunan kokoh yang rata-rata bertiangkan kayu-kayu sebagai penyangganya.

Kemudian saat anda melihat ke laut, akan jelas terlihat ikan-ikan cucut berenang ke sana kemari seakan-akan ikut menyambut kedatangan para tamu kota di atas laut tersebut.

Jika ingin menikmati suasana Panipahan yang asri ini, anda pun bisa berjalan kaki atau menaiki ojek motor. Tarif ojeknya pun relatif murah, yakni Rp20 ribu dengan rute antar alamat yang anda tuju.

Dan jangan sampai lupa, anda tidak akan benar-benar merasakan ke Panipahan jika tidak berburu kerang darah, kepiting dan udang khas Panipahan. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww