Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
7 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
20 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Rupiah Menguat Signifikan di Pasar Spot

Rupiah Menguat Signifikan di Pasar Spot
Senin, 15 Januari 2018 11:27 WIB

JAKARTA-Mata uang Garuda menguat signifikan di pasar spot, Senin (15/1). Rupiah unggul di tengah pelemahan tajam dollar AS.

Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah terapresiasi 17 poin atau 0,13% ke posisi Rp 13.336 per dollar AS pukul 10.22 WIB.

Rupiah mengambil peluang dari kejatuhan mata uang Paman Sam ke posisi terendah tiga tahun. Senin pagi, indeks dollar spot turun ke level 90,85 dari penutupan Jumat di 90,97. Ini merupakan level terendah sejak Januari 2015.

Dollar tergerus penguatan tajam euro. Mata uang Uni Eropa menyentuh level tertinggi sejak 2014, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) siap memangkas stimulus moneter lebih jauh. Data ekonomi AS juga gagal menyokong greenback.

Rully Arya Wisnubroto, ekonom Bank Mandiri melihat, nilai tukar greenback sejak pekan lalu cenderung merosot dibanding mata uang dunia lainnya. Penyebabnya, data ekonomi AS yang mengecewakan. Penjualan eceran AS per Desember lalu hanya tumbuh 0,4%, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 0,9%. Inflasi AS secara keseluruhan juga melemah dari 0,4% menjadi 0,1%.

Sementara, dari domestik, menurut Rully, pergerakan rupiah akan ditopang rilis neraca dagang Indonesia, yang diprediksi membaik.

Lukman Leong, analis Valbury Asia Futures menilai, rupiah masih dalam tren bullish dan akan bergerak antara Rp 13.300-Rp 13.350 per dollar AS.

Pergerakan rupiah hari ini sejalan dengan mata uang kawasan Asia yang kompak menguat. Bloomberg mencatat, won Korea unggul 3,04 poin versus dollar AS menjadi 1.061,98. Yen Jepang menguat 0,25 poin menjadi 110,80. Lalu, baht Thailand menguat 0,02 poin ke posisi 31,93.

Editor:wen
Sumber:kontan
Kategori:Ekonomi, Badminton, Sumatera Utara
wwwwww