Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
11 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

Lindungi Petani Sawit, Ini yang akan Dilakukan Cagubri Lukman Edi

Lindungi Petani Sawit, Ini yang akan Dilakukan Cagubri Lukman Edi
Calon Gubernur Riau Lukman Edi bersama Calon Wakil Gubernur Hardianto
Sabtu, 17 Februari 2018 19:26 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Adanya keresahan petani sawit yang bercocok tanam di Riau terkait PP 57/2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, serta Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 17/2017 Tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri, Calon Gubernur Riau Lukman Edi mengaku ikut merasakannya. Menurutnya, petani sawit harus dilindungi dengan peraturan, karena itu, perlu mengubah Permen (Peraturan Menteri) tersebut sehingga tanaman sawit terlindungi.

''Kita mengusulkan tanaman sawit masuk kategori tanaman hutan. Jadi nanti petani jangan ditangkap polisi ketika menanam sawit. Kita akan ubah permen yang berkaitan dengan itu,'' ujar Lukman Edi kepada GoRiau.com, Sabtu, (17/2/2018) di kediamannya dalam acara silaturahmi bersama PWNU dan Yayasan Pengkaderan Anak Riau.

Lukman Edi menghimbau kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan kampanye negatif mengenai sawit yang sering diumbar sebagai biangnya kebakaran, dan kerusakan ekosistem. Beliau pun mengaku pihaknya sudah memiliki kajian tersendiri mengenai dampak dan manfaat dari sawit ini, yang merupakan komoditas unggulan di Sumatera.

"Saya minta kepada pemerintah pusat, provinsi dan masyarakat jangan termakan kampanye negatif tentang sawit, yang katanya merusak air dan sebagainya, kita sudah kaji dan itu tidak benar. Nanti, salah satu terobosan yang akan kami lakukan adalah menggerakkan semua kepala daerah yang daerahnya punya perkebunan sawit," jelasnya.

Hal pernyataannya untuk mengubah status sawit sebagai tanaman hutan, diakuinya berdasarkan tindakan Negara Malaysia yang menurutnya secara intensif melawan kampanye negatif sawit. Tindakan negara tetangga itu menjadi motivasi pihaknya, disertai kajian-kajian yang mendukung, agar sawit sebagai tanaman hutan menjadi salah satu program pembangunannya diarah ekonomi.

"Kita lihat di Malaysia itu sangat intensif sekali memerangi kampanye negatif tentang sawit, kita kok tidak melakukan apa-apa padahal sawit sumber penghasilan kita juga. Kita juga tadi saya bilang sudah mengkaji terkait sawit ini, dan saya pikir tidak benar melarang petani menanam sawit ini, ini akan jadi program perjuangan kita juga supaya Riau maju," pungkasnya. ***

Kategori:Riau, Metropolitan
wwwwww