Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Menuju Swasembada Daging, Cagub Riau Arsyadjuliandi Rachman Janjikan Asuransi 500 Ribu Ekor Sapi

Menuju Swasembada Daging, Cagub Riau Arsyadjuliandi Rachman Janjikan Asuransi 500 Ribu Ekor Sapi
Calon Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.
Sabtu, 17 Februari 2018 16:11 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Calon Gubernur (Cagub) Riau, Arsyadjuliandi Rachman mencanangkan program Riau menuju swasembada daging. Untuk mewujudkan hal tersebut Cagub nomor urut 4 ini akan menjalankan program asuransi untuk 500 ribu ekor sapi bagi para peternak di Riau.

Hal tersebut disampaikan Andi Rachman saat melakukan kampanye dialogis di Desa Sei Beras Beras, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu, Sabtu, (17/2/2018).

"Saat ini, program asuransi tersebut sudah berjalan dari dana APBN. Tapi 2018 tahun terakhir. Tahun depan kita lanjutkan pembiayaan asuransi ini menggunakan dana APBD Riau," ujar Andi Rachman.

Bila mengikuti pola yang lama, asuransi ini diberlakukan untuk setiap anak sapi yang baru lahir. Seekor sapi dikenakan asuransi Rp 146.000. Dari nilai tadi, peternak mendapat subsidi dari pemerintah sekitar Rp 106.000. Sementara petani hanya membayar Rp 40.000 ribu.

Dengan asuransi ini, setiap sapi yang mati baik karena sakit maupun karena kecelakaan mendapat gantirugi Rp 10 juta.

"Dengan pola ini, peternak tetap bisa mencari atau mengembangbiakkan sapi. Mereka tak perlu sedih dan bingung ketika sapi yang sudah dipeliharanya mati," jelas Andi Rachman.

Menurutnya, dari data yang ada, saat ini angka kelahiran sapi di Riau baru sekitar 60 ribu ekor per tahun. Oleh karena itu, jika diberi amanah untuk memimpin Riau periode kedua 2019 - 2024, ia berkomitmen akan meningkatkan angka kelahiran sapi hingga 100 ribu per tahun. Sehingga dalam lima tahun akan ada 500 ribu ekor anak sapi yang diasuransikan.

Menurut Andi, Indragiri Hulu merupakan salah satu lumbung ternak sapi di Riau. Sehingga menjadi salah satu pemasok kebutuhan daging di Riau.

Untuk swasembada, setidaknya dibutuhkan sekitar 500 ribu ekor populasi dasar sapi. Sedangkan saat ini, populasi sapi di Riau hanya sekitar 245 ribu ekor sapi.

"Nah potensinya masih sangat besar di Riau untuk dikembangkan. Banyak yang bisa lakukan untuk menuju swasembada daging tadi," ujarnya.

Potensi pengembangan sapi di Bumi Lancang Kuning lanjut Andi sangat bisa dilakukan apalagi bila 'ditumpangsarikan' dengan perkebunan kelapa sawit. Melihat potensi ini, Riau memang bisa swasembada daging. Karena dengan sapi dan sawit, potensi pengembangannya bisa mencapai 1,7 juta ekor sapi.

Bagaimana hal itu bisa terjadi. Tentu saja dengan campur tangan pemerintah menularkan pengolahan pangan sapi dari pelepah sawit. Selain itu, kotoran sapi juga bisa diolah menjadi pupuk yang sangat baik untuk tanaman sawit.

Menanggapi hal ini, Slamet Raharjo Kepala Desa Sei Beras Beras Kecamatan Indragiri Hulu, Riau mendukung dan berharap Cagub Andi Rachman bisa terpilih dua periode dan mewujudkan program tersebut.

"Kami di desa ini percaya dengan apa yang dikatakan pak Andi. Karena program pengembangan peternakan sapi sebelumnya juga sudah dilakukan di daerah kami. Jadi tinggal lanjutkan saja. Kalau bertukar pemimpinnya belum tentu konsepnya sama untuk para peternak seperti kami," ujarnya. ***

wwwwww