Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Menurut Marko Simic, Piala Presiden Berasa Piala Dunia

Menurut Marko Simic, Piala Presiden Berasa Piala Dunia
Marko Simic saat merayakan gol. (istimewa)
Minggu, 18 Februari 2018 16:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Striker Persija, Marko Simic, menjadi sosok paling sering dibicarakan selama penyelenggaraan Piala Presiden 2018, selain Persija yang keluar sebagai juara.

Pencapaian fenomenal sebagai pencetak gol terbanyak alias topscorer sekaligus pemain terbaik, menambah berisiknya pembicaraan mengenai striker asal Kroasia itu.

Super Simic mengakui apa yang didapat selama Piala Presiden ini merupakan salah satu yang terbaik sepanjang kariernya.

"Ini momen terbaik dalam karier. Saya bangga dan berterima kasih kepada tim, pelatih, dan pemain. Merupakan kebanggaan buat Persija dan Jakarta. Gelar ini saya persembahkan untuk keluarga dan The Jakmania," ujar Super Simic, 30 tahun.

Lebih jauh Marko Simic mengatakan kalau turnamen Piala Presiden ini levelnya mirip dengan kompetisi sesungguhnya, tetapi berdurasi pendek. Ada gengsi dan hasrat besar dari setiap pemain yang turun untuk meraih hasil terbaik.

"Turnamen ini seperti Piala Dunia, menyenangkan. Meski ini hanya turnamen, semua pemain mengeluarkan kemampuan terbaik," kata mantan pemain Negeri Sembilan dan Becamex Binh Duong.

Ketajaman Super Simic juga diakui kapten tim Persija, Ismed, tidak terkecuali kapten Bali United di Piala Presiden 2018, Fadhil Sausu. Menurut mereka kehadiran Super Simic selalu bisa memberi perbedaan dalam pertandingan.

"Simic striker luar biasa, dia bisa membuat perbedaan. Saat tim buntu, dia bisa mencetak gol, mengubah situasi," ujar Ismed Sofyan.

"Marko Simic itu striker kuat. Dia bermain dan bisa bekerja sama dalam tim secara bagus. Pemain seperti Simic selalu dibutuhkan di depan. Dia bisa mencetak gol dari mana saja," tutur Fadhil Sausu. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww