Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Diduga Cuma Siasat Penutupan Usaha KJA Aquafarm di Simalungun

Diduga Cuma Siasat Penutupan Usaha KJA Aquafarm di Simalungun
Senin, 19 Februari 2018 12:09 WIB

MEDAN - Penutupan usaha kerambah jaring apung (KJA) milik PT Aquafarm Nusantara (PTAN) di perairan Danau Toba yang berada di Desa Panahatan, Sibaganding, Kabupaten Simalungun dicurigai hanya siasat perusahaan asal Swiss itu untuk mengelabui asesor dari UNESCO yang akan datang ke kawasan Danau Toba (KDT) untuk menilai kelayakan Kaldera Geopark Toba sebagai taman bumi dunia. Karenanya, harus dipastikan apakah KJA itu benar-benar ditutup atau hanya digeser.

"Kalau hanya digeser itu bukan menyelesaikan persoalan. Apakah ini hanya sekadar persiapan datangnya assesor UNESCO untuk menilai GKT, terutama geosite Sibaganding? Karena hal itu juga pernah terjadi saat Pesta Danau Toba tahun 2008. Presiden SBY datang membuka acara di Parapat. Kerambah pun hilang sesaat," ujar pemerhati KDT dari lembaga Jendela Toba, Jhon Robert Simanjuntak.

Ditambahkannya, selama ini Regal Springs yang memasarkan fillet nila di Eropa sesuai standar mutu air, untuk ternak ikan tilapia, supaya laku di pasar, telah membuat lingkungan air Danau Toba tercemar. "Mereka makan fillet nila di Eropa, kita di sekitar Danau Toba makan kotorannya," ujarnya.

Menurutnya, solusi yang terbaik adalah masyarakat diajak, dibina, dibekali, untuk ekonomi pariwisata. Jadikan Panahatan menjadi desa wisata, untuk mendukung geosite Sibaganding.

"Kami dari Jendela Toba meminta dan mengharapkan BP GKT (Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba-red) bersama kami dan masyarakat Desa Panahatan agar menjadikan desa wisata geopark," jelasnya.

Humas BP GKT, Karmel Sianturi ragu dengan penutupan KJA itu. "Ditutup atau digeser? Soalnya berkembang isu bahwa KJA itu digeser ke wilayah Samosir," katanya.

Sebelumnya, Humas PTAN, Afrizal kepada media menjelaskan bahwa pihaknya telah menutup KJA yang ada di Desa Panahatan, Sibaganding, Kabupaten Simalungun. Penutupan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap Geopark Kaldera Toba menjaid taman bumi dunia jaringan UNESCO.

Editor:wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON
wwwwww