Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Olympic

Merasa Tertindas Perusahaan, Ratusan Massa dari Masyarakat Adat Sakai Turun ke Jalan dan Berunjuk Rasa di Polda Riau

Merasa Tertindas Perusahaan, Ratusan Massa dari Masyarakat Adat Sakai Turun ke Jalan dan Berunjuk Rasa di Polda Riau
Aksi ratusan massa yang mengaku dari mahasiswa dan masyarakat Suku Sakai di Kabupaten Siak saat berunjuk rasa di Mapolda Riau Senin siang (Foto: Chairul Hadi)
Senin, 19 Februari 2018 11:05 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Ratusan massa yang menyebut dirinya dari masyarakat adat Sakai menggelar unjuk rasa di Mapolda Riau, Senin (19/2/2018) siang. Mereka menuntut penegak hukum mengambil sikap atas perusahaan yang dinilai mereka sudah berbuat dzolim terhadap masyarakat setempat.

Massa yang berjumlah ratusan orang tersebut dari kalangan mahasiswa Sakai dan masyarakatnya, mulai dari para bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak. Berbagai spanduk tuntutan juga diusung massa, yang mengawali aksinya dengan longmarch menuju Polda Riau.

Dalam tuntutannya, pendemo meminta kepolisian menindak perusahaan yang mereka nilai sudah melakukan perambahan dan menduduki kawasan hutan, di mana massa menduga dilakukan tanpa prosedur, termasuk soal dugaan perampasan tanah ulayat.

Tanah ulayat ini diakui pendemo merupakan milik masyarakat Sakai Kandis. Lahan tersebut ditanami kelapa sawit tanpa memberikan ganti rugi terlebih dahulu untuk masyarakat Sakai. Tuntutan lain adalah terkait melakukan kegiatan usaha tanpa prosedur yang berlaku, antara lain izin lokasi, Amdal, IUP dan sebagainya.

Kemudian, soal dugaan penggelapan pajak atas usaha yang dilakukan di luar izin yang diberikan pemerintah. Tuntutan lain adalah dugaan penipuan terhadap masyarakat adat Suku Sakai, dan terakhir dugaan persekongkolan dalam tindak kejahatan penerbitan izin yang dimiliki.

Salah satu perusahaan yang disebut pengunjuk rasa dalam demonstrasinya adalah PT IMT (Ivo Mas Tunggal), yang dinilai mereka telah merampas tanah masyarakat adat Sakai di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, di Kampung Adat Bakalar Kandis seluas lebih kurang 6.505,42 hektar.

Menurut massa, itu dilakukan tanpa ganti rugi terlebih dahulu, sehingga masyarakat setempat tidak bisa lagi berusaha dan kehilangan nafkah. Pantauan GoRiau.com, hingga berita diturunkan, massa masih berdemo di Polda Riau.

Ramainya massa membuat ruas Jalan Gajah Mada samping Mapolda Riau ditutup sementara, karena dijakikan lokasi aksi demonstrasi. Puluhan polisi juga dikerahkan mengawal kondusifitas selama unjuk rasa digelar. ***

Kategori:Olympic
wwwwww