Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
24 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Waduh... Pengidap HIV & AIDS di Tangerang, Ternyata Tertinggi se-Banten

Waduh... Pengidap HIV & AIDS di Tangerang, Ternyata Tertinggi se-Banten
Ade Awaludin saat berkunjung ke kantor Komisi Penanggulangan AIDS Banten pada awal 2018. (istimewa)
Rabu, 07 Maret 2018 23:24 WIB
TANGERANG- Kasus sodomi yang dilakukan tersangka WS alias Babeh, 49, dikutuk oleh anggota DPRD Provinsi Banten, Ade Awaludin.

Pasalnya, selain merusak masa depan 40 anak laki-laki yang menjadi korban nafsu tersangka, kasus tersebut terjadi di tengah terus bertambahnya penderita HIV dan AIDS di Banten.

Bahkan, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Banten, dari total 3.526 orang pengidap HIV dan 1.871 orang pengidap AIDS di Banten, jumlah tertinggi tersebar di Kabupaten Tangerang.

"Jumlah ODHA (orang dengan HIV dan AIDS) di Kabupaten Tangerang 1.073 untuk HIV dan 413 untuk AIDS," ujar Ade, Selasa (9/1/2017).

Jumlah ODHA di Kabupaten Tangerang tersebut, lanjut Ade tertinggi dibandingkan tujuh Kabupaten/Kota lain di Banten, dimana posisi kedua adalah Kota Tangerang sebanyak 1.399, Kabupaten Serang 731, Cilegon 551, Tangsel 472, Kota Serang 281, Lebak 241 dan Pandeglang 136.

Masih kata Ade, jumlah ODHA itu tersebar dalam lima populasi kunci, diantaranya laki seks laki (LSL), waria, wanita pekerja seks (WPS), pengguna narkoba suntik (Penasun) dan lelaki beresiko tinggi (LBT).

"Perilaku seks menyimpang seperti dilakukan WS bisa berkontribusi pada meningkatnya jumlah ODHA, karena masuk kelompok LSL," tambahnya.

Ia berharap Pemkab Tangerang bersikap serius untuk melakukan pendampingan serta pemulihan anak-anak di bawah umur yang menjadi korban nafsu bejat WS, karena jika tidak dilakukan sampai tuntas, dikhawatirkan korban akan menjadi predator baru.

Persoalan lain yang disorot Ade menurunnya jumlah anggaran untuk Komisi Penanggulangan AIDS Banten di tahun 2018 ini hanya sebesar Rp1 Miliar, padahal tahun sebelumnya Rp2 Miliar.

"Saya merasa prihatin, kenapa anggaran untuk KPA minim sekali, padahal penanggulangan HIV dan AIDS di Banten perlu dukungan anggaran yang besar," tukasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tangerangnews.
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Banten
wwwwww