Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Jaksa Koordinasi dengan BPKP Usut Dugaan Korupsi Dana Paskibraka Pelalawan

Jaksa Koordinasi dengan BPKP Usut Dugaan Korupsi Dana Paskibraka Pelalawan
Ilustrasi (Foto Internet)
Kamis, 08 Maret 2018 15:06 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan masih melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mengusut dugaan korupsi penggunaan dana Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pelalawan tahun 2015.

"Kita sudah koordinasi dengan BPKP," kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Lasargi Marel, Kamis (8/3/2018).

Ia menyatakan, pihaknya masih mencari bukti kerugian negara dalam dugaan korupsi penggunaan dana Paskibraka Pelalawan tahun 2015 senilai Rp 2 miliar.

"Ada atau tidaknya kerugian negara, harus didasarkan atas hasil pemeriksaan keuangan atau audit," jelasnya.

Dijelaskan Lasargi Marel lagi, pihaknya masih mencari indikasi kerugian negara yang ditimbulkan pada kegiatan tahunan di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pelalawan.

"Kalau memang ada indikasi kerugian negara tentu dilanjutkan, kalau memang tidak terbukti ada kerugian, ya dihentikan," tandasnya.

Diungkapkan dia, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi atas dugaan rasuah tersebut.

"Sudah beberapa orang yang periksa, baik dari dinas maupun peserta. Kita sudah berkoordinasi dengan BPKP untuk memastikan, ada kerugian negara atau tidak," tutup Kasi Pidsus, kepada GoRiau.com.***

wwwwww