Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
9 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
8 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Jauh dari Pelayanan Kesehatan, Masyarakat Pamesi Duri Siapkan Tanah 10 Hektare untuk Mendirikan Puskesmas, Ini Jawab Syamsuar

Jauh dari Pelayanan Kesehatan, Masyarakat Pamesi Duri Siapkan Tanah 10 Hektare untuk Mendirikan Puskesmas, Ini Jawab Syamsuar
Calon Gubernur Riau nomor urut 1, Drs H Syamsuar MSi menyalami masyarakat Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis.
Jum'at, 06 April 2018 20:08 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, Riau ini jauh dari pusat kota. Tak heran jika daerah ini sedikit terisolir dibandingkan Desa lainnya. Bahkan masyarakatnya kerap mengeluhkan sulitnya mendapat pelayanan kesehatan.

Pada Kampanye Dialogis, calon gubernur Riau nomor urut 1 Syamsuar, Jumat (6/4/2018) petang di kediaman pak Udhun, warga menyebutkan sudah ada lahan seluas 10 hektar milik masyarakat setempat yang siap dihibahkan kapan saja.

"Kalau pak Syamsuar benar perhatian dengan pelayanan kesehatan di Desa ini, kami harapkan adanya puskesmas atau rumah sakit. Lahannya untuk membangun Puskesmas atau rumah sakit sudah ada tinggal dihibahkan saja," sebut warga yang pernah menjadi warga Kabupaten Siak.

Selanjutnya soal kepesertaan BPJS Kesehatan, ternyata masih banyak juga warga yang belum memiliki kartu pelayanan kesehatan tersebut. Baik dari Jaminan Kesehatan Nasional maupum BPJS Kesehatan Mandiri.

Beberapa kendala yang diungkapkan warga adalah ketidak pahaman mereka dengan urusan pendaftaran BPJS tersebut khususnya yang mandiri. Sehingga menggunakan jasa pihak lain yang hingga setahun tidak pernah ada kabar beritanya kapan kartu BPJS Kesehatan itu bisa diperoleh.

Menanggapi hal tersebut, calon gubernur Riau Syamsuar menyebutkan perjalanan yang ditempuhnya untuk sampai ke desa itu memang cukup jauh dari pusat Kota dan jalannya cukup buruk atau belum di hotmix.

Ditambah lagi pengakuan warga tentang minimnya pelayanan kesehatan. Untuk berobat kerumah sakit warga harus menempuh waktu hampir satu jam. Belum lagi harus mencari tumpangan mobil warga setempat dengan biaya rental.

"Perlu di Desa ini ada Puskesmas, jadi kalau masyarakat sakit dan harus rawat inap sudah bisa di puskesmas. Jika lahannya luas itu bisa kita tingkatkan jadi Rumah Sakit tipe D seperti yang sudah kita buat di Perawang," kata Syamsuar.

Selain itu juga lanjut Syam, di Kabupaten Siak saat ini sudah banyak peningkatan pelayanan kesehatan. Mulai dari alarm persalinan, elektronik puskesmas, dan berbagai inovasi baru lainnya untuk pelayanan kesehatan.***

wwwwww