Pemda dan Pengusaha Diminta Memberikan Dukungan Menuju Kampar Sebagai Kabupaten Layak Anak
![]() |
| Anak anak bermain di RTH Balai Adat Bangkinang |
Penulis: Syawal Jose
Tanaman hijau dan asri menghiasi kawasan RTH Balai Adat ini. Hanya saja untuk kedepan tempat ini perlu di lengkapi lagi sarana dan prasarana pendukung bermain anak sehingga anak-anak yang berkunjung semakin betah bermain.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar Nova Lestari dan Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak Lindawati, kepada GoRiau.com, Kamis (5/4/18), mengaku gembira dengan adanya RTH Balai Adat ini. Mereka bahagia ketika menyaksikan anak-anak dengan riangnya bermain di ruang terbuka hijau balai adat tersebut.
Menurutnya keberadaan RTH sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya anak-anak. "Dengan adanya RTH ini semakin menambah wadah bagi masyarakat dan anak-anak untuk bermain dan berkreasi," ujarnya.
Kemudian dengan adanya RTH ini, ikut mendukung Program Pemerintah Kabupaten Kampar untuk menjadikan Kabupaten Kampar sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). "Saat ini Kabupaten Kampar sedang menuju Kabupaten Layak Anak, keberadaan RTH ini tentu akan sangat mendukung Kampar sebagai KLA," ujar Lindawati.
Menurut Lindawati untuk menjadikan Kampar sebagai Kabupaten Layak Anak memang bukan pekerjaan mudah dan memerlukan dukungan semua pihak, seperti dukungan OPD, pengusaha, masyarakat, orangtua dan stakeholder lainnya. "Untuk menuju Kabupaten Kampar sebagai Kabupaten Layak Anak, kita (Pemda) bertekad tahun ini Kabupaten Kampar bisa mencapai tahap pratama," ujarnya.
Seperti diketahui untuk menuju Kabupaten Layak Anak, ada lima tahapan yang dilewati, yakni, tahap Pratama, Madya, Nidya, Utama dan KLA. Saat ini di Indonesia baru dua kabupaten/kota yang sampai tahap KLA, yakni Kota Surabaya dan Kota Solo. ***













