Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Temani Sang Ayah Berlayar, Pemuda di Inhil Hilang Setelah Pompong Disambar Petir

Temani Sang Ayah Berlayar, Pemuda di Inhil Hilang Setelah Pompong Disambar Petir
Proses pencarian terhadap korban.
Jum'at, 06 April 2018 20:41 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Seorang pemuda bernama Salamudin mendadak hilang saat menemani ayahnya berlayar, Jumat (6/4/2018). Pemuda 18 tahun itu hilang saat terjadi hujan disertai petir.

Awal cerita, ayah dan anak warga Parit IV l,Desa Simbar, Kecamatan Kateman, inhil, Riau itu berlayar dengan pompong, dari Desa Bente Kecamatan Mandah, untuk kembali ke Desa Simbar.

Setelah hampir dua jam berlayar, ketika melewati Perairan Tanjung Pandak Kelurahan Pelangiran, hujan turun dengan lebatnya disertai petir yang menyambar.

Sang anakpun meminta ayahnya untuk pindah ke bahagian depan, agar bisa berlindung di balik terpal.

Tak lama berselang, saat melewati Perairan Tanjung Sulawesi, Ayahnya mendengar petir menyambar, menyebabkan pompong sedikit oleng.

Sang ayah lantas membuka terpal dan melihat ke belakang ke arah anaknya, namun Salamudin tak terlihat lagi di kemudi pompong, sedangkan mesin pompong, masih dalam keadaan hidup.

Merasa khawatir, sang ayahsegera mengambil alih kemudi dan putar haluan dan berusaha menemukan putranya. Namun upaya tersebut tidak menuai hasil sehingga, Heri memberitahu warga Desa Hidayah dan pihak Kepolisian.

Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh Tim SAR dari Personel Sat Polairud, Polsek Pelangiran dan warga setempat, namun belum berhasil menemukan Salamudin.

"Upaya pencarian, masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, jelas Kasat Polairud Polres Inhil," AKP Awaluddin Dalimunthe.(ayu)

wwwwww