Temani Sang Ayah Berlayar, Pemuda di Inhil Hilang Setelah Pompong Disambar Petir
![]() |
| Proses pencarian terhadap korban. |
Penulis: Rida Ayu Agustina
Awal cerita, ayah dan anak warga Parit IV l,Desa Simbar, Kecamatan Kateman, inhil, Riau itu berlayar dengan pompong, dari Desa Bente Kecamatan Mandah, untuk kembali ke Desa Simbar.
Setelah hampir dua jam berlayar, ketika melewati Perairan Tanjung Pandak Kelurahan Pelangiran, hujan turun dengan lebatnya disertai petir yang menyambar.
Sang anakpun meminta ayahnya untuk pindah ke bahagian depan, agar bisa berlindung di balik terpal.
Tak lama berselang, saat melewati Perairan Tanjung Sulawesi, Ayahnya mendengar petir menyambar, menyebabkan pompong sedikit oleng.
Sang ayah lantas membuka terpal dan melihat ke belakang ke arah anaknya, namun Salamudin tak terlihat lagi di kemudi pompong, sedangkan mesin pompong, masih dalam keadaan hidup.
Merasa khawatir, sang ayahsegera mengambil alih kemudi dan putar haluan dan berusaha menemukan putranya. Namun upaya tersebut tidak menuai hasil sehingga, Heri memberitahu warga Desa Hidayah dan pihak Kepolisian.
Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh Tim SAR dari Personel Sat Polairud, Polsek Pelangiran dan warga setempat, namun belum berhasil menemukan Salamudin.
"Upaya pencarian, masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, jelas Kasat Polairud Polres Inhil," AKP Awaluddin Dalimunthe.(ayu)













