Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Umum

Ketua STAIN Meulaboh Presentasikan Kesiapan Alih Status Jadi IAIN, Ini Penjelasannya..

Ketua STAIN Meulaboh Presentasikan Kesiapan Alih Status Jadi IAIN, Ini Penjelasannya..
Jum'at, 13 April 2018 14:25 WIB
MEULABOH - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Syamsuar, M.Ag, mempresentasikan kesiapan alih status dari STAIN menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kementerian Agama RI, Jakarta.

Dalam pertemuan yang berlangsung 12-14 April 2018 tersebut, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, didampingi tim alih status, memaparkan bahwa saat ini pihak kampus telah mempersiapkan semua ketentuan alih status yang dipersyaratkan Kemterian Agama dan BAN-PT.

“Termasuk pemenuhan kuota dosen minimal 6 orang per prodi, sertifikat tanah dan sarana prsarana,” papar Syamsuar.

Syamsuar menyebutkan, saat ini STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sedang menyiapkan pembangunan gedung baru di kawasan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo pada lahan seluas 50 Hektar, yang saat ini telah memasuki tahap pembangunan kedua.

Selain itu, untuk memuluskan peralihan status, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh juga sudah mendapatkan rekomendari dari Gubernur Aceh, Ketua DPRA, dan delapan bupati dan walikota di wilayah Barat Selatan Aceh.

"Berdasarkan masukan tim Kementerian Agama, usai presentasi, ada beberapa hal kecil yang harus diperbaiki terkait isi proposal alih status untuk memudahkan pada saat visitasi nanti,” ungkap Syamsuar.

Menurut Syamsuar, saat ini ada empat STAIN yang sedang dikaji untuk peningkatan status, yakni STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, STAIN Gajah Putih Takengon, STAIN SORONG dan STAIN Bengkalis.

"Semoga cita-cita besar ini dapat terwujud pada tahun 2019. Mohon doa seluruh masyarakat Aceh dan Barat Selatan,” harap Syamsuar.

Sementara itu, Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama, Arskal Salim menyampaikan, Kementerian Agama akan terus mendorong percepatan alih status atau naik tingkat seluruh STAIN jadi IAIN.

“Saat ini tinggal tujuh STAIN yang belum berstatus IAIN dan empat STAIN belum mengajukan perubahan, karena masih baru,” ungkapnya.

Arskal Salim mengatakan, presentasi tersebut bertujuan untuk melihat kesiapan STAIN yang telah mengajujan proposal alih status, baik dokumen maupun infrastruktur.

“Hal terpenting adalah mutu pendidikan PTKIN harus berubah,” tegasnya.

Presentasi alih status tersebut turut dihadiri, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Dr Syamsuar M.Ag, Wakil Rektor UIN Ar-Raniry Dr Muhibuththabary MAg, tim alih status Muhsinuddin MM, Amrizal Hamsa MA dan Syibran Mulasi MA, serta unsur Kementerian Agama dan pimpinan perguruan tinggi baru. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Umum, Aceh
wwwwww