Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Muhaimin Iskandar Mengutuk Keras Pengeboman Gereja- gereja di Surabaya

Muhaimin Iskandar Mengutuk Keras Pengeboman Gereja- gereja di Surabaya
Muhaimin Iskandar saat memberikan plakat ke Ustaz Abdul Somad di Sumatera Utara. (dok. MPR).
Minggu, 13 Mei 2018 21:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LABUHANBATU - Wakil Ketua MPR RI, H. Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, umat Islam turut berduka atas pengeboman yang menimpa Gereja GKI, Santa Maria dan Pantai Kosta di Surabaya, pada Minggu (13/5) pagi.

Selain itu, Cak Imin juga mengutuk keras, aksi yang disebutnya bertentangan dengan ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Karena Islam yang diajarkan Nabi Muhammad adalah Islam yang Rahmatan Lil alamin yang tidak merusak tempat ibadah, apalagi melakukan pembunuhan secara semena-mena.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin Iskandar saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR, dihadapan keluarga besar Pondok Pesantren Modern Daarul Muhsinin, Desa Janji Manahan Kawat Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara pada Minggu (13/5).

Sosialisasi Empat Pilar, itu dilaksanakan bersamaan dengan wisuda santri angkatan XXIV, Ponpes Modern Daarul Muhsinin. Ikut hadir pada acara tersebut anggota MPR F PKB Marwan Dasopang, dan ustad Abdul Somad.

Kepada para santri, Muhaimin meminta agar tidak terpengaruh dengan aksi pengeboman tersebut. Dan tetap menjaga persatuan serta kesatuan bangsa agar tak ada perpecahan.

"Islam menolak kekerasan, dan tidak bisa menerima aksi pengeboman. Mudah-mudahan masyarakat bisa tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan aksi tersebut," kata Muhaimin menambahkan.

Pada kesempatan itu Cak Imin mengajak para santri untuk terus menghormati para wali dan ulama yang telah berjuang, ikut mendirikan NKRI. Karena Indonesia tak akan pernah merdeka tanpa peran serta ulama.

"Kita berkewajiban terus menjaga NKRI, melalui Ukhuwah Islamiah, Wathaniyah, dan Basaria," tandasnya.

Ukhuwah Islamiah, kaya Muhaimin diwujudkan dengan saling kasih, tidak menghujat dan saling menguatkan. Sedangkan Ukhuwah Wataniyah adalah persaudaraan sesama anak bangsa, untuk saling mendukung, bukan saling merusak.

Sedangkan Ukhuwah Basariah adalah, persaudaraan sesama manusia, untuk saling menolong bukan saling menyakiti. ***

wwwwww