Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

Ustad Abdul Somad : Kalau Ingin Belajar Toleransi Antar Umat Beragama dan Suku, Datanglah ke Bagansiapiapi

Ustad Abdul Somad : Kalau Ingin Belajar Toleransi Antar Umat Beragama dan Suku, Datanglah ke Bagansiapiapi
UAS
Kamis, 17 Mei 2018 10:22 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPI - Ustad Abdul Somad dalam tausiyahnya merasa geram mendengar seringnya terjadi aksi teror dibeberapa wilayah di Indonesia akhir akhir ini. Tentunya persoalan itu akan mengancam toleransi keragaman umat beragama yang ada di Indonesia yang sudah terjalin sejak lama.

Sejak terjadinya aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Mako Brimob, timbul Phobia berlebihan terhadap umat Islam. Bahkan, dia juga tidak terima, stigma teroris dilekatkan kepada orang yang menggunakan jenggot dan celana cingkrang.

" Ini nampak orang pakai jenggot dan celana cingkrang langsung curiga. Sehingga kambing yang punya jenggot pun takut tertuduh," kata Ustad yang akrab digelar UAS ketika memberikan tausyiah di Rokan Hilir, baru baru ini. Jemaah yang hadir mencapai ribuan dihalaman mesjid raya Tanah Putih Tanjung Melawan, pun langsung tertawa.

Dia juga meminta kepada orang yang masih belum mengerti keragaman untuk datang belajar bagaimana hidup bertoleransi ke Bagansiapiapi. Karena menurutnya, toleransi antar umat beragama dan antar etnish yang sesungguhnya hanya ada di kota Bagansiapiapi.

" Orang Tiong Hoa bertetangga dengan orang Melayu. Begitu juga dengan suku Batak, Bugis dan suku suku lainnya yang ada di Bagansiapiapi. Mereka sejak dulu sudah rukun dan saling menghormati. Tak perlu jauh jauh lah belajar tentang bagaimana hidup bertoleransi. Datang saja ke Bagansiapiapi," cetus UAS lagi.

UAS mengakui, walaupun sedikit ada gesekan antar suku di Bagansiapiapi, namun akhirnya mereka rukun kembali. Ditambah lagi Rokan Hilir merupakan negeri para ulama yang hidup pada masa itu Sultan Malik Al Shaleh dan Tuan Syeikh Zainuddin.

Untuk itu, dia meminta seluruh umat beragama terutama umat muslim untuk menjadikan bulan puasa sebagai momentum meningkatkan spritual dan menyatukan umat. Dirinya juga berdoa semoga rakyat Indonesia terhindar dari perpecahan antar umat beragama. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww