Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
6 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
45 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
4
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
50 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
40 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
30 menit yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua DPR Ajak SOKSI Ikut Tangkal Paham Radikalisme

Ketua DPR Ajak SOKSI Ikut Tangkal Paham Radikalisme
Minggu, 20 Mei 2018 21:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pada dasarnya tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan radikalisme ataupun terorisme.

Tindakan teror yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, sama sekali bukan karena adanya pengaruh ajaran agama tertentu. Melainkan karena polah manusia, baik individu maupun golongan, yang bersifat radikal dan tak menginginkan adanya kedamaian.

"Tidak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan radikalisme, kebencian serta permusuhan. Yang ada adalah orang radikal yang memeluk agama tertentu. Jadi bukan salah agamanya, melainkan salah orangnya. Terlebih ajaran Islam yang merupakan rahmatan lil 'alamin," ujar Bamsoet saat menghadiri acara buka puasa sekaligus memperingati HUT Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) ke-58, di Jakarta, Minggu malam (20/05/18).

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga keluarga dan lingkungannya dari ajaran radikalisme dan terorisme. Jangan sampai orang-orang berfaham radikal diberikan ruang gerak yang leluasa sehingga bisa mempengaruhi orang lain melakukan tindakan radikal ataupun teror dengan mengatasnamakan agama. 

"SOKSI sebagai organisasi pekerja seluruh Indonesia harus mampu melawan paham radikal yang berkembang di masyarakat. Dengan mengedepankan semangat kebangsaan dan melakukan kegiatan keagamaan secara baik dan benar, saya yakin SOKSI akan menjadi lentera kehidupan masyarakat," terang Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan bahwa orang-orang radikal tak akan puas sampai tujuannya tercapai. Karena itu, semua pihak harus waspada. Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat, jika melihat orang atau kelompok yang mencurigakan dan mengganggu ketenangan masyarakat.

"Kita perkuat solidaritas sampai ke lingkup terkecil di RT dan RW. Siskamling harus digalakan lagi. Masyarakat jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun RT dan RW setempat jika ditemukan adanya orang atau kelompok yang meresahkan. Dengan demikian kita akan tutup pergerakan orang-orang radikal ini sampai ke lingkup yang terkecil," tandas Bamsoet.

Bamsoet menegaskan tidak rela jika kemerdekaan yang telah susah payah dicapai diganggu oleh tingkah orang-orang radikal yang tak bermoral. Apalagi sampai menggangu kerukunan antar umat beragama.

"Kita telah buktikan sejak masa perjuangan pra kemerdekaan, kehidupan antar umat beragama selalu hidup rukun. Bahkan kita sama-sama berjuang melawan penjajah. Jika sekarang orang-orang radikal ini ingin mengganggu kehidupan Bangsa Indonesia, kita semua harus berani melawan. Mari kita terus ciptakan keharmonisan hidup di bumi Ibu Pertiwi," pungkas Bamsoet.***

wwwwww