Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Tradisional di Riau Menggeliat

Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Tradisional di Riau Menggeliat
Sektor farmasi mencakup farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional. - Antara
Sabtu, 26 Mei 2018 09:26 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) di Provinsi Riau pada triwulan I tahun 2018 tercatat naik sebesar 6,08 persen year on year (y-on-y) terhadap triwulan I tahun 2017.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Data Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Joni Kasmuri menjelaskan, bahwa kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional yang naik sebesar 94,44 persen.

"Jika dilihat dari periode quarter to quarter (q-to-q) terhadap triwulan IV tahun 2017, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional juga yang tertinggi karena naik 95,65 persen. Artinya, industri di sektor ini tengah menggeliat," ulas Joni di Pekanbaru, Sabtu (26/5/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Evarefita mengatakan, bahwa investasi yang datang ke Riau dari bidang Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi mencapai Rp11.760.525.690.000 atau Rp11,76 triliun pada tahun 2017 lalu.

Yang mana, industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi mendominasi total keseluruhan nilai investasi yang masuk ke Provinsi Riau dengan persentase mencapai 47 persen dari 20 jenis bidang usaha.

"Industri kimia menjadi investasi yang terbesar dengan keseluruhannya Rp11 triliun lebih. Ini seperti kimia untuk pembuatan obat," ungkap Evarefita. ***

Kategori:Ekonomi, Riau, Voli, PON
wwwwww