Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Alan Sastra Tembus Ranking 4 di Ajang World Para Athletics Grand Pix 2018

Alan Sastra Tembus Ranking 4 di Ajang World Para Athletics Grand Pix 2018
Minggu, 27 Mei 2018 12:08 WIB
MEDAN - Atlet atletik difabel asal Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting, berhasil menorehkan prestasi membanggakan bagi Indonesia dalam ajang World Para Athletics Grand Pix 2018 di Beijing, Tiongkok.

Alan yang tampil di nomor lempar cakram F57 putra ini mampu merebut medali perak usai mencatatkan limit lemparan terbaik sejauh 41,95 meter.

"Alhamdulillah ada peningkatan limit lemparan di Beijing. Awalnya hanya 41,65 meter di ASEAN Para Games 2017, namun di Beijing meningkat 41,95 meter. Dari hasil latihan saya, catatan itu turun karena saat latihan saya sempat mencatat lemparan sejauh 43 meter," kata Alan.

Meski demikian, hasil itu sudah mampu mengantarkan Alan masuk dalam ranking empat dunia. Sebelumnya ia duduk di peringkat tujuh dunia. Hasil itu sekaligus menjaga peluang Alan untuk tampil di Paralympic 2020 Tokyo.

"Sekarang saya sudah berada di peringkat 4 dunia. Sedangkan syarat agar boleh berlaga di Paralympic harus masuk 11 besar," terangnya.

Demi mempertahankan ranking terbaiknya, Alan bertekad terus konsisten selama mengikuti kejuaraan bertema Grand Prix sebagai ajang kualifikasi menuju Paralympic 2020. Alan pun bertekad bisa kembali naik podium pada sebuah Grand Prix di Paris pada 12 Juni 2018 mendatang.

"Grand Prix sebagai kualifikasi menuju Tokyo sudah dimulai Januari. Akan tetapi, saya mulai ikut di Beijing dan sempat absen di Dubai beberapa waktu lalu. H-3 sebelum lebaran saya akan tampil pada Grand Fix di Paris. Saya bertekad mau ambil poin di sana," ucapnya.

Pada Grand Prix di Paris, Alan kembali targetkan memperbaiki limit lemparan, minimal bisa bertahan di ranking 11 besar dunia.

"Harus optimis bisa naik podium lagi. Grand Prix akan berakhir Desember tahun ini. Usai di Prancis akan ada di Italia, Jerman, Australia, dan Amerika Serikat," bebernya.

Kini Alan tetap rutin mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah. Pelatnas juga difokuskan untuk persiapan menuju Asian Para Games 2018 yang bergulir 6-13 Oktober 2018 mendatang.

Meski sedang menjalankan ibadah puasa, diakui Alan tidak ada pengurangan porsi latihan mengingat padatnya agenda kejuaraan.

"Walaupun di bulan Ramadan, porsi latihan tetap seperti biasa karena sudah mepet dengan jadwal even yang ingin diikuti. Sehingga tidak ada program yang dikurangi. Setelah Grand Prix di Paris akan ada tes even Asian Para Games di Jakarta," pungkas Alan.***

Editor:Wen
Sumber:Analisa
Kategori:Non Olympic, Sumatera Utara
wwwwww