Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
9 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Jelang Lebaran, Gas Elpiji Langka di Tuapejat, Warga Berharap Solusi dari Pemkab

Jelang Lebaran, Gas Elpiji Langka di Tuapejat, Warga Berharap Solusi dari Pemkab
Ilustrasi
Kamis, 07 Juni 2018 22:53 WIB
MENTAWAI - Sepekan menjelang Lebaran Idul Fitri 2018, warga Tuapejat  ibu Kabupaten Mentawai mulai kesulitan kebutuhan pokok seperti gas elpiji ukuran 3 kg atau 12  Kg. Padahal gas elpiji merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Dari pantauan di beberapa toko maupun warung di seputar jalan raya Tuapejat, sangat jarang yang menjual gas elpiji. Tidak seperti biasanya di beberapa toko, terutama di kawasan dermaga Tuapejat Km 0 yang selalu menyediakan stok gas elpiji ukuran 12 Kg itu.

Yanti (35), salah satu pemilik warung, yang menjadi agen gas di Tuapejat mengatakan, sudah beberapa hari ini stok gas habis. Kapal Pertamina yang biasanya rutin mensuplai gas sampai hari ini belum juga terlihat datang ke Tuapejat.

"Sudah sejak kemarin banyak pelanggan saya yang kecewa, memang stok sudah habis, " kata Yanti di Tuapejat, Kamis (7/6/2018).

Yanti menyebutkan, biasanya dia menyediakan sekitar 50 tabung gas elpiji ukuran 12 Kg, dan tidak sampai seminggu sudah ludes diambil pelanggan.

"Biasanya sih ada 50 tabung, tapi di sini cuma jual yang isi 12 kg, saya jual Rp220 ribu per tabung," ujar dia.

Dari beberapa informasi yang diterimanya, kelangkaan gas elpiji bukan hanya di Tuapejat, tetapi juga terjadi di beberapa kecamatan di Mentawai, seperti di Siberut dan juga Sikakap.

"Ya, kemarin kata kakak di Sikakap dan Siberut juga terjadi kelangkaan gas elpiji di sana, " kata Yanti.

Senada dengan Yanti, Neti (37), warga Tuapejat, juga mengeluhkan terjadinya kelangkaan gas elpiji. Apalagi kelangkaan terjadi menjelang lebaran.

"Ya gimana lagi, jadi kesal juga kita, terpaksa pakai kompor atau beli makanan jadi untuk makanan sehari-hari," ucap Neti.

Langkanya persediaan gas elpiji di Tuapejat juga menimbulkan pertanyaan sejumlah warga. Pasalnya setiap menjelang Lebaran atau Natal setiap tahunnya bisa dipastikan  persediaan gas elpiji di Tuapejat selalu langka.

"Tahun kemarin juga begitu, gas elpiji sulit dicari, entahlah mungkin ada permainan atau kesengajaan oknum yang mau cari keuntungan mungkin ya," ucap seorang warga Tuapejat yang tidak mau disebut namanya.

Dengan adanya kelangkaan salah satu bahan yang termasuk  kebutuhan pokok tersebut, warga Tuapejat berharap agar Pemerintah Mentawai melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan langsung ke toko-toko ataupun ke pasar-pasar atau dapat memberikan solusi agar gas tersebut tidak langka maupun hilang dari peredaran. (ss)

Editor:Arie RF
Kategori:Badminton, PON, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww