Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Majelis Tinggi DPP PPP: Pemuda Islam Sumut harus jaga Suara Eramas di TPS

Majelis Tinggi DPP PPP: Pemuda Islam Sumut harus jaga Suara Eramas di TPS
Jum'at, 08 Juni 2018 23:55 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Dukungan Gerakan Sumut Berjamaah juga disampaikan Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Bachtiar Chamsyah. Bachtiar yang juga mantan Menteri Sosial RI, meminta generasi muda Islam ikut menjaga tempat pemungutan suara (TPS) dan mengawal perolehan suara hingga ke KPU.

"Usai Gerakan Subuh Berjamaah, gerakkan jemaah-jemaah kita datang ke TPS. Bila perlu sediakan sarapan pagi,” kata Bachtiar, dalam acara buka puasa bersama dengan ulama, ustadz dan pemuka agama pantai timur di kediaman Cagubsu Edy Rahmayadi, Jumat (8/6/2018).

Bachtiar yang dikenal sebagai politisi senior PPP ini, meminta pemuda-pemuda Islam menjaga suara di TPS, dari kelurahan, kecamatan, kabupaten dan provinsi.

“Karena bisa saja kita menang yang memilih tapi dihasil kalah karena adanya kecurangan. Saya bolak balik ke Sumut ini karena takut Eramas kalah. Mau dikemanakan wajah kita umat Islam kalau sampai kalah di Sumut ini," ujarnya. 

Tokoh Muhammadiyah sekaligus pengacara kondang Abdul Hakim Siagian dalam kesempatan tersebut angkat bicara dan menegaskan para Ustaz tidak perlu khawatir menyuarakan perintah Allah termasuk juga terkait kepemimpinan di Masjid. Termasuk juga berbicara politik di Masjid. 

"Bagi kami Muhammadiyah memilih Pak Edy dan Pak Ijeck adalah persoalan ibadah,  aqidah dan fardu 'ain. Jangan takut dengan larangan Bawaslu itu. Ustad dan penceramah jangan takut bicara politik di masjid. Kalau ada yang melarang akan kita hadapi. Mungkin ini jalan kita berjihad. Ayo makmurkan masjid dan memahami politik," tegas Abdul Hakim Siagian. 

Sedangkan Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk mengaku sangat memahami kondisi dan situasi Pilkada Sumut yang menurutnya jauh berbeda. Begitupun dirinya mengajak agar umat Islam tidak terpecahbelah dan menyikapi kondisi yang ada dengan kepala dingin. 

"Kita kurangi tensi kemarahan kita dan kita tinggikan ukhuwah kita dan ahklak kita. Karena saya mau pak Edy bukan hanya memimpin umat Islam saja tapi umat lain di Sumut ini. Mari kita perkuat barisan dan ukhuwah kita. Insyallah tanda-tanda kemenangan ada bersama kita. Mari kita buktikan kalau Islam Rahmatan Lil Alamin," ujarnya. *

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, PON, Badminton
wwwwww