Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Riau

61 Titik Panas Muncul di Riau, 5 Helikopter Diterbangkan Lakukan Operasi Bom Air

61 Titik Panas Muncul di Riau, 5 Helikopter Diterbangkan Lakukan Operasi Bom Air
Rabu, 18 Juli 2018 01:18 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Titik panas (hotspot) terus meningkat di Provinsi Riau dalam tiga hari belakangan. Bahkan pantauan citra satelit pada Selasa (17/7/2018) sore, hotspot di Negeri Lancang Kuning sudah mencapai 61 titik panas, dengan level confidence (kepercayaan) di atas 50 persen.

Titik panas, sebagian dipicu akibat terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Jumlah tersebut meningkat jika dibanding pengamatan Selasa pagi tadi, di mana berjumlah 29 hotspot. Operasi pemadaman pun dilakukan, baik darat maupun udara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger mengungkapkan, ada lima helikopter diturunkan untuk membantu pemadaman dari udara, dengan cara water bombing (Bom air, red). Heli ini membawa bucket berisi air dan dijatuhkan ke lahan yang membara.

"Seluruh helikopter waterbombing kita kerahkan, ada lima jumlahnya, di mana empat diantaranya bantuan dari BNPB. Hari ini kita fokuskan di daerah Dumai. Saya juga ikut melakukan patroli dari udara dan baru mendarat," sebut Edward Sanger berbincang dengan GoRiau.com.

Dua helikopter yang dikerahkan untuk operasi bom air adalah Kamov, satu lagi Sikorsky, satu helikopter Bell 214 dan Super Puma milik perusahaan. "Empat unit heli kita standby kan di Lanud Roesmin Nurjadin dan satu lagi di Dumai," terang Kepala BPBD Riau.

Ia melanjutkan, upaya pencegahan dan pemadaman terus dimaksimalkan oleh Satgas, baik darat maupun udara bersama stake holder terkait lainnya. Apalagi musim kemarau mulai terjadi pada Juli 2018 ini hingga nanti puncaknya pada Agustus.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, titik panas di Riau berjumlah 61 hotspot pada pantauan Selasa sore. Semuanya tersebar di enam kabupaten di Provinsi Riau.

Dirincikan, 13 titik panas terpantau di Dumai, 32 titik panas di Rohil, sembilan titik panas di Bengkalis, empat titik panas di Pelalawan, dua titik panas di Rohul dan satu lagi di Kabupaten Kepulauan Meranti. (Semuanya berlevel confidence di atas 50 persen).

Sementara untuk hotspot berlevel confidence di atas 70 persen (Berpeluang titik api, red) terpantau sebanyak 49 titik, menyebar di Bengkalis lima titik, Meranti satu titik, Dumai 12 titik, Pelalawan satu titik, Rohul dua titik dan paling banyak di Rohil dengan jumlah 28 titik panas. ***

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww