Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Riau

Masuk Bidikan Operasi Bina Kusuma Polda Riau, Jambret dan Begal Bakal Ditindak di Tempat

Masuk Bidikan Operasi Bina Kusuma Polda Riau, Jambret dan Begal Bakal Ditindak di Tempat
Ilustrasi (Dok GoRiau)
Rabu, 18 Juli 2018 01:17 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Operasi kewilayahan bersandi Bina Kusuma Muara Takus 2018 resmi digelar secara serentak oleh Polda Riau dan jajaran Polres di Kabupaten/kota pada Senin (16/7/2018) kemarin. Operasi tersebut menargetkan pemberantasan aksi premanisme.

Bahkan, pelaku kejahatan jalanan yang kerap menebar keresahan di masyarakat juga turut masuk dalam 'bidikan' Operasi Bina Kusuma Polda Riau. Tujuannya, menciptakan kondusifitas, apalagi Agustus nanti agar digelar Asian Games.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Selasa (17/7/2018) sore mengungkapkan, Polda Riau mengerahkan kekuatan sebanyak 75 personel dalam operasi tersebut. Mereka tergabung dari beberapa Direktorat.

"75 personel ini dirincikan dari jajaran Intelkam enam personel, Direktorat Reskrimum 15 anggota, Binmas 22 orang, Sabhara 23 personel, Provost enam anggota, dari Bidhumas kita libatkan dua dan TI satu orang," bincang Sunarto kepada GoRiau.com.

Operasi Bina Kusuma Muara Takus 2018 ini akan berlangsung sampai tanggal 14 Agustus 2018. Targetnya mulai dari sosialisasi, pembinaan dan penyuluhan hingga kegiatan preemtif serta preventif, demikian diuraikan Kombes Sunarto.

"Target pertama, pembinaan, penyuluhan ke sekolah, komunitas, kelompok masyarakat dan lainnya. Kedua upaya preemtif dan preventif, berupa patroli hingga razia-razia. Jadi ini kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD).

Tujuannya, adalah menciptakan situasi kondusif di masyarakat. Tak ayal, aksi kejahatan jalanan seperti jambret hingga Begal pun turut jadi target penindakan tegas oleh aparat penegak hukum.

"Termasuk yang berkaitan dengan kejahatan jalanan (Street Crime, red)," yakin dia. Bahkan, polisi juga tak akan segan-segan melakukan tindakan tegas di tempat, saat menghadapi penjahat jalanan ini.

"Petugas kita bisa menilai di lapangan, tindakan apa yang mesti dilakukan ketika berhadapan dengan itu (Pelaku, red). Kalau memang perlu, tindakan tegas dilakukan dengan terukur," Sunarto mengakhiri.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati hati di jalan raya, terutama terhadap barang berharga hingga uang. Hindari berpenampilan mencolok dan minta pengawalan polisi secara gratis apabila membawa uang dalam jumlah besar.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal M Tito Karnavian juga mengintruksikan kepada jajarannya supaya bisa mengamankan wilayah masing-masing dari aksi kejahatan jalanan.

Tak main-main, Tito bakal mengganti Kapolres dan satuan fungsinya jika tidak berhasil mengungkap kasus Begal dan jambret. Akan ada analisis dan evaluasi rutin, untuk memantau perkembangan pengungkapan dua kasus ini diberbagai wilayah.

Adapun daerah yang menjadi perhatian utama dalam penanggulangan aksi kejahatan jalanan ini, diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Selatan. Hal itu juga berkaitan dengan perhelatan Asian Games pada Agustus 2018. ***

Kategori:Beladiri, Riau, PON
wwwwww